Pemkot

“Kenapa Ki Pergi Antre?” Appi Sidak SPBU Makassar, Pengendara: Bensin Sudah Kedip-kedip

3
×

“Kenapa Ki Pergi Antre?” Appi Sidak SPBU Makassar, Pengendara: Bensin Sudah Kedip-kedip

Sebarkan artikel ini
Screenshot 2026 09 12 145932 20kb
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (Appi) berdialog dengan pengendara saat melakukan sidak antrean BBM di salah satu SPBU di Jalan Ratulangi, Kecamatan Mamajang, Makassar. Appi turun langsung mengecek kondisi pelayanan SPBU dan meminta seluruh fasilitas pengisian dioptimalkan untuk mengurai antrean kendaraan.

mediasulsel.id – MAKASSAR – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin turun langsung mengecek kondisi antrean bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Makassar.

Salah satu SPBU yang didatangi Munafri atau akrab disapa Appi berada di Jalan Ratulangi, Kecamatan Mamajang. Di lokasi tersebut, antrean kendaraan terlihat mengular saat masyarakat hendak mengisi BBM.

Di tengah sidak, Appi tak hanya berbicara dengan pengelola SPBU. Ia langsung menghampiri salah seorang pengendara yang sedang mengantre.

“Kenapa ki pergi antre ini? Apakah memang habis atau bagaimana?” tanya Appi kepada pengendara.

Pengendara tersebut mengaku bahan bakar kendaraannya memang sudah hampir habis sehingga terpaksa ikut dalam antrean.

“Habis sekali mi, sudah berkedip-kedip memang,” jawab pengendara.

Percakapan spontan itu terjadi di tengah antrean kendaraan. Kehadiran orang nomor satu di Kota Makassar tersebut juga mendapat respons antusias dari sejumlah pengendara. Appi bahkan berdialog langsung dengan warga di area SPBU untuk mendengar kondisi yang mereka alami.

“Saya ke sini di SPBU melihat kondisi yang ada di lapangan. Kita pastikan antrean panjang bisa dicarikan solusi. Kita meminta pihak Pertamina dan pengelola SPBU aktivasi semua instrumen,” jelas Appi.

Pertamina Sebelumnya Sebut Stok Aman, Antrean Dipicu Panic Buying

Sidak Appi dilakukan di tengah persoalan antrean BBM yang dalam beberapa hari terakhir terjadi di sejumlah SPBU di Makassar.

Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan stok BBM dalam kondisi aman dan mencukupi. Pertamina menilai antrean panjang yang terjadi turut dipengaruhi meningkatnya permintaan serta fenomena panic buying di tengah masyarakat.

Pjs Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya Wibowo, pada Kamis (10/9/2026), menyatakan stok BBM masih dalam kondisi aman dan mencukupi.

Pertamina melihat adanya kecenderungan masyarakat terpengaruh informasi di media sosial mengenai dugaan kelangkaan BBM. Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat khawatir tidak mendapatkan BBM sehingga berbondong-bondong datang ke SPBU dan melakukan pengisian lebih banyak dari kebutuhan biasanya.

Pertamina juga telah meminta masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan dan tetap membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi dapat berjalan lebih optimal.

Di sisi lain, kondisi yang ditemui Appi di lapangan menunjukkan antrean masih dirasakan langsung masyarakat. Bahkan, pengendara yang ditemuinya mengaku harus mengantre karena indikator bahan bakar kendaraannya sudah menunjukkan kondisi hampir habis.

Appi Minta Semua Nozzle Diaktifkan

Appi menilai penyelesaian persoalan antrean BBM tidak cukup hanya berbicara mengenai ketersediaan pasokan.

Menurutnya, pola dan kapasitas pelayanan di masing-masing SPBU juga harus dievaluasi agar waktu tunggu masyarakat bisa dipangkas.

“Kalau ada jumlah nozzle, ya dioptimalkan semuanya. Jangan sampai tidak berfungsi. Ini bisa menambah antrean panjang,” ujar Appi.

Menurutnya, setiap fasilitas pengisian yang tersedia harus dimanfaatkan secara maksimal ketika kebutuhan masyarakat meningkat dan antrean terjadi di sejumlah titik.

Selain jumlah nozzle yang beroperasi, mantan CEO PSM Makassar itu juga menyoroti lamanya proses pelayanan di sejumlah SPBU yang dinilai dapat memperpanjang waktu pengisian.

“Kalau prosesnya terlalu lama, tentu antrean semakin panjang. Ini yang perlu dicarikan solusi agar pelayanan bisa dipercepat,” tegasnya.

Appi menekankan percepatan pelayanan bukan berarti mengabaikan aturan. Pertamina dan pengelola SPBU diminta mencari pola pelayanan yang tetap memenuhi ketentuan, namun lebih efisien sehingga kendaraan tidak terlalu lama berada di jalur pengisian.

Antrean BBM Dinilai Ganggu Aktivitas Warga

Lebih lanjut, Appi meminta persoalan antrean BBM segera ditangani secara bersama-sama.

Menurutnya, Pemerintah Kota Makassar tidak ingin masyarakat menjadi pihak yang dirugikan akibat persoalan pelayanan maupun distribusi BBM.

“Ini menyangkut kebutuhan masyarakat, kebutuhan dan aktivitas terganggu hanya karena ngantre di SPBU,” tuturnya.

Bagi Appi, antrean BBM yang panjang bukan hanya menyulitkan warga yang hendak mengisi kendaraan.

Kondisi tersebut juga berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi dan pelayanan publik, hingga memicu kemacetan ketika antrean kendaraan memanjang ke badan jalan.

Karena itu, Appi meminta setiap SPBU mengoptimalkan kapasitas pelayanan selama kondisi kepadatan masih terjadi.

Penambahan petugas juga dinilai penting apabila jumlah operator menjadi salah satu faktor yang membuat tidak seluruh nozzle dapat difungsikan.

“Saya ikut berempati dengan apa yang dirasakan masyarakat. Kita akan mencari solusi dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat, serta pemilik SPBU,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *