banner BPKAD Kota Makassar 728x90
NasionalBerita

Salib Merah Raksasa Muncul dalam Demo Jakarta 28 Oktober, Ternyata Ini Makna di Baliknya

0
×

Salib Merah Raksasa Muncul dalam Demo Jakarta 28 Oktober, Ternyata Ini Makna di Baliknya

Sebarkan artikel ini
64320 salib merah di demo jakarta 1
Massa Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) membawa salib merah berukuran besar sebagai simbol solidaritas terhadap perjuangan masyarakat adat Papua saat demonstrasi di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu (28/10/2026)/IST
banner BPKAD Kota Makassar 728x90

MEDIASULSEL.ID, JAKARTA, Jumat (30/10/2026) — Salib merah berukuran besar yang dibawa peserta demonstrasi Indonesia Sadar di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026), menjadi perhatian publik. Atribut tersebut menyampaikan solidaritas terhadap perjuangan masyarakat adat Papua dalam mempertahankan tanah dan hutan mereka.

Salib dengan tinggi sekitar lima meter itu dibawa peserta dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) saat aksi yang berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Di balik tampilannya yang mencolok, simbol tersebut berkaitan dengan upaya perlindungan tanah ulayat dan lingkungan hidup masyarakat adat, bukan seruan pertentangan antaragama.

Salib Merah Jadi Simbol Perjuangan Masyarakat Adat Papua

Dalam aksi Indonesia Sadar yang juga melibatkan kelompok mahasiswa dan masyarakat sipil, peserta membawa berbagai pesan mengenai lingkungan, hak masyarakat, dan kebijakan publik.

Salib merah menjadi salah satu simbol yang digunakan untuk mengangkat persoalan masyarakat adat Papua, khususnya ancaman kehilangan hutan dan tanah ulayat akibat perubahan fungsi lahan.

Penggunaannya berkaitan dengan perjuangan masyarakat di Papua Selatan dan turut mendapat perhatian melalui film dokumenter Pesta Babi karya Dandhy Laksono.

Film tersebut menyoroti persoalan pengembangan proyek berskala besar dan dampaknya terhadap masyarakat adat di wilayah Papua Selatan, termasuk kawasan Merauke, Boven Digoel, Asmat, dan Mappi.

Bagi masyarakat adat, hutan menjadi bagian dari mata pencaharian, kehidupan budaya, serta warisan yang dipertahankan antargenerasi.

Karena itu, kemunculan simbol dalam demonstrasi di Jakarta dimaksudkan sebagai penyampaian solidaritas dan ajakan agar persoalan masyarakat adat mendapat perhatian lebih luas.

Simbol yang Berkaitan dengan Perlindungan Tanah Ulayat

Penggunaan salib merah sebagai penanda perjuangan masyarakat adat Papua bukan hal baru. Simbol serupa telah digunakan di sejumlah wilayah Papua Selatan sejak sekitar 2014 untuk menandai tanah ulayat dan menyampaikan penolakan terhadap kegiatan yang dinilai mengancam hutan.

Dalam penjelasan mengenai gerakan perlindungan hutan Papua, warna merah pada salib dikaitkan dengan pengorbanan serta perjuangan masyarakat untuk menjaga ruang hidupnya.

Penempatan simbol pada kawasan adat sekaligus menyampaikan bahwa tanah tersebut memiliki hubungan sosial dan budaya yang kuat dengan masyarakat setempat.

Di Jakarta, peserta aksi menggunakan simbol yang sama untuk membawa persoalan tersebut ke ruang publik, bersamaan dengan berbagai tuntutan lain dalam aksi Indonesia Sadar.

Momentum Hari Sumpah Pemuda menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menunjukkan dukungan terhadap perlindungan hak masyarakat adat dan lingkungan.

Dengan demikian, salib merah yang terlihat dalam demonstrasi di kawasan Bundaran HI perlu dipahami sebagai simbol solidaritas terhadap masyarakat adat Papua, bukan sebagai lambang konflik antarumat beragama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *