Anak di Bulukumba Tikam Ayah Pakai Badik, Diduga Gara-gara Minta Dibeliin Motor

oleh -14 Dilihat
oleh
1768004188 1080x608 1
Lokasi rumah korban penikaman di Dusun Kirasa, Desa Palambarae, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba. Seorang ayah tewas ditikam anak kandungnya menggunakan badik, diduga dipicu permintaan sepeda motor yang tak dipenuhi. Jumat (9/1/2026).

mediasulsel.id – Bulukumba – Peristiwa memilukan terjadi di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel). Seorang pemuda diduga menikam ayahnya dengan senjata tajam jenis badik hingga tewas, usai permintaannya untuk dibelikan sepeda motor tak dipenuhi.

Korban diketahui bernama Abdullah (44). Ia ditikam di dalam rumahnya di Dusun Kirasa, Desa Palambarae, Kecamatan Gantarang, pada Jumat (9/1/2026) malam.

banner DPRD Makassar 728x90

Sebelum kejadian, korban disebut sempat memperbaiki kabel listrik di dalam rumah. Sementara pelaku, Adi Wijaya (21), diketahui berada di depan rumah dan diduga sedang pesta minuman keras bersama rekan-rekannya.

Anak korban, Tasya, mengungkapkan bahwa hubungan korban dan pelaku sempat disebut berbeda-beda. Namun dalam kartu keluarga, pelaku tercatat sebagai anak kandung korban.

“Pelaku itu sebenarnya saudara kandung saya, satu ibu. Waktu kejadian, bapak sedang memperbaiki kabel listrik karena diminta tetangga,” kata Tasya di Polres Bulukumba.

Menurut Tasya, penikaman diduga dipicu permintaan pelaku agar dibelikan sepeda motor yang belum mampu dipenuhi orang tua.

“Cuma gara-gara minta dibelikan motor. Orang tua belum bisa, lalu dia menikam bapak saya,” ujarnya.

Korban mengalami luka tikam di bagian punggung belakang hingga menyebabkan luka menganga dan darah berceceran di lantai rumah. Korban sempat dievakuasi ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.

Usai kejadian, pelaku sempat berusaha kabur, tetapi berhasil diamankan polisi. Saat ini pelaku ditahan di Mapolres Bulukumba untuk pemeriksaan lanjutan. Polisi juga menyita badik yang diduga digunakan dalam penikaman.

Hingga kini, pihak kepolisian disebut masih mendalami kasus tersebut dan belum menyampaikan keterangan resmi secara lengkap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.