mediasulsel.id, Jakarta, Jumat, 11/09/2026 — Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional menyiapkan kerja sama dengan perguruan tinggi untuk menyusun 145 Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di 18 provinsi.
Target tersebut dibagi ke dalam 62 paket pekerjaan sebagai bagian dari percepatan penyediaan RDTR.
38 kampus menyatakan kesediaan
Direktur Jenderal Tata Ruang Suyus Windayana mengatakan kementerian telah menghubungi 40 perguruan tinggi.
Sebanyak 38 kampus menyatakan bersedia, terdiri atas 20 perguruan tinggi negeri dan 18 perguruan tinggi swasta.
Wilayah dengan konsentrasi paket terbesar meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Tenggara, dan Jawa Barat.
Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Ossy Dermawan menyebut kapasitas akademik dibutuhkan untuk memenuhi banyaknya kebutuhan RDTR.
RDTR terhubung dengan perizinan
Per 8 September 2026, ada 572 RDTR yang terintegrasi dengan sistem Online Single Submission (OSS).
Integrasi tersebut mendukung penerbitan 751.364 konfirmasi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang hingga Agustus 2026.
Kementerian menargetkan 1.703 RDTR selesai pada 2026–2028, dengan 500 RDTR menjadi fokus tahun 2026.
