MEDIASULSEL.ID, MAKASSAR — Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai masa depan kendaraan berbahan bakar bensin kembali menjadi perhatian di tengah antrean panjang bahan bakar minyak di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan.
“Jadi nanti kalau ada yang masih pakai motor bensin, ya rasain sendiri,” kata Prabowo saat meresmikan Ekosistem Motor Listrik Nasional di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group atau ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 13 Agustus 2026.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo ketika mendorong masyarakat beralih ke kendaraan listrik yang dinilai lebih hemat, ramah lingkungan, serta dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Namun, hampir sebulan setelah pernyataan tersebut, warga Sulawesi Selatan justru harus “merasakan sendiri” sulitnya mendapatkan BBM.
Antrean kendaraan terlihat mengular di sejumlah SPBU, terutama di Kota Makassar dan beberapa kabupaten lainnya.
Sebagian warga bahkan rela datang sejak subuh agar bisa mendapatkan Pertalite maupun Solar.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.
Pasalnya, Pertamina berulang kali memastikan stok BBM di Sulawesi Selatan dalam kondisi aman dan distribusi tetap berjalan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga meminta masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena ketersediaan BBM disebut masih mencukupi.
Meski demikian, pemandangan antrean panjang masih ditemukan di berbagai SPBU.
Tak hanya kendaraan pribadi, truk dan angkutan barang juga harus menunggu lama untuk memperoleh bahan bakar.
Pertamina bersama pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengurai antrean, termasuk mengoperasikan 25 SPBU selama 24 jam di Makassar dan menambah tenaga operator.
Pertamina juga melakukan pengawasan terhadap transaksi tidak wajar serta memblokir ribuan nomor polisi kendaraan yang terindikasi melakukan penyalahgunaan pembelian BBM bersubsidi.
Di tengah situasi tersebut, ajakan Prabowo untuk beralih ke motor listrik terasa semakin relevan.
Namun, peralihan menuju kendaraan listrik juga membutuhkan kesiapan infrastruktur, harga kendaraan yang terjangkau, fasilitas pengisian daya yang merata, serta dukungan pembiayaan bagi masyarakat.
Selama kendaraan berbahan bakar bensin masih menjadi pilihan utama, pemerintah dan Pertamina tetap dituntut memastikan distribusi BBM berjalan lancar.
Sebab bagi warga, klaim stok aman belum cukup apabila antrean panjang masih menjadi pemandangan sehari-hari di SPBU.
