mediasulsel.id – MAKASSAR — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengenang kedekatannya dengan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (Appi) saat menghadiri Sidang Dewan Pleno Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Di hadapan sekitar 3.000 kader, Bahlil menyebut Appi sebagai senior HIPMI yang telah lama berkontribusi dalam organisasi.
“Yang saya hormati Bapak Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Saya punya banyak kenangan dengan Pak Appi. Waktu saya menjadi Ketua BPP HIPMI, beliau adalah salah satu Wakil Ketua Bidang Kelautan dan Pertanian,” ujar Bahlil dalam sambutannya.
Kedatangan Bahlil di Makassar juga disambut langsung oleh Munafri Arifuddin. Momentum tersebut sekaligus memperlihatkan kedekatan keduanya yang telah terjalin sejak aktif di HIPMI.
Di hadapan ribuan kader, Bahlil kembali menegaskan peran penting Appi di organisasi. Ia mengungkapkan bahwa Munafri pernah menjabat Ketua Bidang Kelautan dan Pertanian serta dipercaya menjadi Ketua Sidang Dewan Pleno (SDP) pertama yang digelar di Surabaya beberapa tahun lalu.
“Waktu saya jadi ketua umum HIPMI, beliau adalah salah satu ketua bidang. Saat SDP pertama di Surabaya, ketua sidangnya adalah Pak Appi,” katanya.
Selain mengenang perjalanan organisasi, Bahlil juga secara terbuka menyebut Munafri Arifuddin sebagai salah satu kader kuat yang berpotensi dalam kontestasi kepemimpinan Partai Golkar Sulawesi Selatan.
Dalam kesempatan itu, Bahlil turut menyoroti dinamika global yang dinilai berpotensi mengancam stabilitas perekonomian nasional, terutama pada sektor energi dan sumber daya mineral. Ia menekankan pentingnya terobosan kebijakan untuk mewujudkan swasembada energi sekaligus memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia.
“Jangan pernah bermimpi menjadi swasembada energi kalau tidak melakukan terobosan. Importir akan terus mendapat manfaat jika kita tidak mampu mendorong kemandirian,” tegasnya.
Sebagai langkah strategis, Bahlil memaparkan rencana optimalisasi produksi minyak nasional melalui pembukaan 110 wilayah kerja blok migas baru yang tersebar di berbagai daerah. Pemerintah juga mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) serta melakukan reformasi tata kelola sektor pertambangan melalui penyempurnaan regulasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).
Tak hanya itu, revisi Undang-Undang Minerba disebut membuka peluang lebih luas bagi koperasi, UMKM, BUMN/BUMD, hingga organisasi kemasyarakatan keagamaan untuk terlibat dalam pengelolaan sumber daya.
Bahlil pun mendorong kader HIPMI di daerah agar memanfaatkan peluang investasi tersebut.
“Kalau dulu dikerjakan pemuda Jakarta, sekarang harus oleh pemuda lokal. Kantor-kantornya harus di daerah. Sudah saatnya orang daerah menjadi tuan di negerinya sendiri,” harapnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan HIPMI di Kota Makassar. Ia berharap organisasi tersebut terus melahirkan pengusaha muda yang berintegritas dan inovatif.
“Semoga HIPMI terus melahirkan pengusaha muda yang mampu menjadi motor penggerak ekonomi bangsa. Ketika pengusaha muda maju, Indonesia semakin berdaulat,” pungkasnya.











