Nasional

Bantuan Beras 30 Kg untuk 33,2 Juta Keluarga Dipercepat

1
Menko Pangan Zulkifli Hasan menyerahkan bantuan pangan beras kepada warga
Bantuan Beras 30 Kg untuk 33,2 Juta Keluarga Dipercepat. doc istimewa

mediasulsel.id, Jakarta, Selasa, 27/10/2026 — Pemerintah mempercepat penyaluran bantuan beras 30 kilogram kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat agar seluruh alokasi Oktober sampai Desember 2026 selesai sebelum Desember.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan percepatan tersebut telah mendapat persetujuan Presiden Prabowo Subianto untuk membantu keluarga pada kelompok desil satu hingga desil empat.

Setiap keluarga memperoleh 10 kilogram beras untuk masing-masing bulan Oktober, November, dan Desember yang disalurkan sekaligus.

Hampir satu juta ton beras disiapkan

Zulkifli menyebut kebutuhan program mendekati satu juta ton beras yang bersumber dari cadangan pemerintah.

Keputusan percepatan dibahas dalam rapat koordinasi terbatas pangan di Jakarta bersama Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman, dan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.

Pemerintah menargetkan penerima mendapat bantuan lebih awal agar kebutuhan pangan rumah tangga menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 lebih terjamin.

Data penerima diprioritaskan bagi keluarga dalam desil satu sampai empat yang dinilai paling membutuhkan dukungan pemerintah.

Penyaluran dilakukan melalui Bulog

Kementerian Koordinator Bidang Pangan menjelaskan Perum Bulog menjadi pelaksana penyaluran bantuan setelah penetapan data penerima oleh Badan Pangan Nasional.

Pemerintah daerah dan lembaga terkait diminta berkoordinasi untuk memastikan bantuan tepat sasaran serta mengurangi kendala administrasi saat penyaluran.

Selain bantuan beras, pemerintah menjalankan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan dengan harga beras Rp12.500 per kilogram.

Alokasi beras SPHP ditambah satu juta ton hingga Maret 2027 sebagai bagian dari langkah menjaga pasokan dan daya beli masyarakat.

Exit mobile version