Berita

Blokade Jalur PSN Pomalaa, Direktur Keamanan PT TRK Diduga Tantang hingga Maki TNI

5
×

Blokade Jalur PSN Pomalaa, Direktur Keamanan PT TRK Diduga Tantang hingga Maki TNI

Sebarkan artikel ini
Screenshot 2026 09 07 092535 20kb
Tangkapan layar video yang memperlihatkan pria yang disebut sebagai Horo berdebat dengan personel TNI di jalur hauling kawasan PSN Pomalaa. Foto: Istimewa.

MEDIASULSEL.ID, KOLAKA – Ketegangan terjadi di jalur hauling menuju kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP), Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Sabtu (5/9/2026). Akses operasional di jalur tersebut dilaporkan sempat tertutup hingga membuat sejumlah kendaraan pengangkut tertahan.

Berdasarkan informasi dan rekaman video yang beredar, aksi penutupan akses itu diduga dipimpin Direktur Keamanan PT Tambang Rejeki Kolaka (TRK), Muslihuddin Haruna alias Horo, bersama sejumlah orang.

Penutupan jalan tersebut mengakibatkan aktivitas hauling menuju kawasan industri sempat terhenti. Sejumlah dump truck terlihat tertahan dan membentuk antrean di sepanjang jalur operasional.

Personel TNI yang bertugas mengamankan objek vital nasional kemudian berupaya menjaga situasi tetap kondusif sekaligus membuka kembali akses agar kegiatan logistik dapat berjalan.

Dalam rekaman video yang beredar, seorang pria yang disebut sebagai Horo terlihat terlibat perdebatan dengan personel TNI. Pria tersebut tampak mengenakan kaus polo berwarna abu-abu dan beberapa kali menyampaikan perkataan bernada keras.

Ketegangan memuncak ketika pria tersebut diduga melontarkan makian kepada aparat yang tengah melakukan pengamanan.

“Tentara bajingan,” terdengar ucapan dalam rekaman video tersebut.

Belum diketahui secara pasti penyebab awal penutupan akses serta persoalan yang memicu perdebatan antara pihak PT TRK dan personel TNI di lokasi.

Aksi tersebut dilaporkan membuat operasional logistik di kawasan IPIP sempat terganggu. Aktivitas hauling baru dapat dilanjutkan setelah aparat berupaya mengendalikan situasi dan membuka akses jalan.

Peristiwa ini menjadi perhatian karena terjadi di jalur operasional menuju kawasan PSN sekaligus objek vital nasional. Masyarakat pun menantikan langkah aparat penegak hukum untuk mengusut dugaan blokade dan tindakan provokatif tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *