mediasulsel.id – MAKASSAR – Rangkaian perubahan anggaran yang diikuti BPKAD Kota Makassar berlanjut dengan pengesahan APBD Perubahan 2026 serta target serapan belanja di atas 95 persen.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meminta seluruh OPD memaksimalkan pelaksanaan program hingga akhir tahun setelah paripurna, Rabu (30/9/2026).
“Inilah gunanya kita terus melakukan monev untuk memastikan serapan belanja itu bisa maksimal sampai di penghujung tahun,” ujarnya.
Target tersebut merupakan arahan wali kota kepada OPD, bukan angka realisasi yang telah dicapai BPKAD.
Pengawasan pelaksanaan program
Munafri menyebut monitoring dan evaluasi diperlukan agar program yang telah dianggarkan dapat dilaksanakan.
APBD perubahan menetapkan belanja sekitar Rp5,26 triliun dan pendapatan sekitar Rp4,56 triliun.
Pembiayaan netto sekitar Rp699,85 miliar bersumber dari SiLPA tahun sebelumnya.
Sebelumnya, BPKAD telah mengikuti pembahasan rancangan perubahan KUA–PPAS bersama Banggar DPRD.
Keterlibatan itu merupakan bagian dari rangkaian penyusunan perubahan kebijakan anggaran pemerintah kota.
Setelah pengesahan, perhatian Pemkot beralih pada pelaksanaan program dan pencapaian realisasi belanja.
Munafri juga menekankan penganggaran yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
[BPKAD mengikuti rangkaian pembahasan perubahan anggaran.]
[Wali kota menargetkan serapan belanja di atas 95 persen.]
[Target masih harus dicapai melalui pelaksanaan dan evaluasi.]
