Di Tengah Isu Anggaran, LACAK Gowa Fokus Data Valid untuk Kejar Kemiskinan Ekstrem

oleh -9 Dilihat
oleh
Screenshot2026 01 2309514
RAKOR LACAK—Ketua Lacak Centre Kaharuddin Moedji memaparkan langkah percepatan pendataan warga miskin ekstrem pada Rakor LACAK di Baruga Tinggi Mae, Kamis (15/1/2026).

mediasulsel.id – GOWA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa terus memperkuat upaya penanganan kemiskinan ekstrem melalui Tim Layanan Cepat Atasi Kemiskinan (LACAK). Program ini difokuskan pada pendataan lapangan agar intervensi pemerintah berjalan lebih tepat sasaran dan tidak ada warga miskin ekstrem yang luput dari perhatian.

Ketua LACAK Kabupaten Gowa, Kaharuddin Muji, mengungkapkan tantangan utama dalam penanggulangan kemiskinan ekstrem adalah akurasi data. Ia menyebut masih ada keluarga miskin ekstrem yang belum terjangkau bantuan akibat ketidaksesuaian data di lapangan.

banner DPRD Makassar 728x90

LACAK selalu membuka diri bagi siapa pun yang ingin memberikan data dan masukan terkait pengurangan kemiskinan di Kabupaten Gowa,” ujar Kaharuddin.

Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi kunci agar bantuan pemerintah benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan. Setiap laporan, baik melalui pemerintah desa, kecamatan, maupun langsung ke tim LACAK, akan ditindaklanjuti.

“Kami siap menindaklanjuti setiap laporan warga. Prinsip kami jelas: aksi cepat, data valid, dan hasil nyata bagi masyarakat miskin ekstrem,” tegasnya.

Anggaran turut disorot, Dinsos pastikan 2026 belum cair

Di sisi lain, di tengah kebijakan efisiensi anggaran, realisasi dan rencana penganggaran Tim LACAK turut menjadi perhatian publik. Program yang dikukuhkan pada 23 Juli 2025 ini disebut telah menyerap anggaran ratusan juta rupiah dalam beberapa bulan awal pelaksanaan.

Berdasarkan data yang dihimpun, anggaran Tim LACAK dari APBD sebesar Rp213 juta telah dicairkan pada Desember 2025. Selain itu, dalam rapat paripurna DPRD Gowa pada Senin (12/1/2026), disampaikan rencana penganggaran kembali sebesar Rp500 juta untuk tahun 2026.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Tim LACAK yang juga Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kabupaten Gowa, Muhammad Ali, membenarkan pencairan anggaran pada akhir 2025.

“Pada bulan Desember 2025 anggaran Tim LACAK sudah dicairkan, nilainya lebih dari Rp200 juta. Untuk peruntukan secara detail, silakan hubungi ketua atau bendahara LACAK,” kata Ali, Senin (19/1/2026).

Ali juga menegaskan, anggaran LACAK tahun 2026 sebesar Rp500 juta belum dicairkan. Ia menyebut program tersebut merupakan salah satu prioritas daerah, sehingga informasi proses pencairan berada pada mekanisme penganggaran dan bagian keuangan.

Sementara itu, Ketua Tim LACAK Kabupaten Gowa, Kahar Daeng Muji, mengaku belum mengetahui adanya pencairan anggaran untuk tahun 2026.

“Anggaran Rp500 juta yang dimaksud itu belum sampai ke kami. Untuk anggaran tahun 2026, kami belum tahu,” kata Daeng Muji melalui pesan singkat.

Terkait anggaran tahun 2025, ia membenarkan adanya pencairan sebesar Rp213 juta, namun menegaskan tidak terlibat langsung dalam pengelolaan keuangan tim.

Fokus kerja: pendataan ulang, pemetaan, rekomendasi kebijakan

Kaharuddin menegaskan, LACAK tidak hanya fokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga pendataan ulang, pemetaan wilayah kantong kemiskinan, serta rekomendasi kebijakan untuk memperkuat sistem kesejahteraan masyarakat di Gowa.

“Kami ingin menjadi jembatan solusi, bukan sekadar penonton. LACAK hadir agar setiap warga yang layak dibantu benar-benar terdata dan segera mendapat perhatian pemerintah,” pungkasnya.

Melalui kolaborasi LACAK, Dinas Sosial, serta pemerintah desa dan kecamatan, Pemkab Gowa berharap penanganan kemiskinan ekstrem semakin terukur—dengan data yang lebih valid, tindak lanjut yang cepat, serta penyaluran bantuan yang makin tepat sasaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.