Makassar

DLH Makassar Salurkan 18 Sarana Persampahan dari Pokir 2026, Dorong Lingkungan Lebih Bersih

4
×

DLH Makassar Salurkan 18 Sarana Persampahan dari Pokir 2026, Dorong Lingkungan Lebih Bersih

Sebarkan artikel ini
WhatsAppImage2026 07 30at21.49.46

mediasulsel.id – Makassar – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar menyalurkan 18 unit sarana dan prasarana persampahan yang bersumber dari Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Tahun 2026. Bantuan tersebut diserahkan kepada penerima manfaat di 13 kelurahan yang tersebar pada tujuh kecamatan di Kota Makassar.

Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor DLH Kota Makassar, Jalan Jenderal Urip Sumoharjo Nomor 8, Kamis (30/7/2026). Kegiatan dipimpin Kepala DLH Makassar Helmy Budiman dan dihadiri perwakilan Bappeda, camat, lurah, serta warga penerima manfaat.

Helmy mengatakan bantuan tersebut merupakan tindak lanjut atas aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui Pokir. Menurutnya, penambahan fasilitas persampahan menjadi langkah penting untuk meningkatkan pelayanan kebersihan hingga ke tingkat lingkungan.

“Bantuan ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui Pokok-Pokok Pikiran. Kami berharap sarana yang diserahkan dapat memperkuat pelayanan kebersihan, terutama di wilayah yang masih membutuhkan dukungan armada dan fasilitas persampahan,” ujar Helmy.

Sebanyak 18 unit sarana yang disalurkan terdiri dari tujuh unit motor tiga roda, sembilan unit kontainer bak sampah, satu unit truk sampah arm roll, dan satu unit tempat sampah pilah berbahan fiberglass berkapasitas 50 liter.

Menurut Helmy, motor tiga roda akan membantu petugas menjangkau kawasan permukiman dan lorong yang sulit dilalui kendaraan besar. Sementara kontainer dan truk arm roll akan memperkuat proses penampungan hingga pengangkutan sampah agar lebih efektif.

Adapun tempat sampah pilah diharapkan dapat mendorong masyarakat mulai memilah sampah sejak dari rumah sebagai bagian dari pengelolaan sampah berbasis sumber.

Helmy menegaskan seluruh bantuan harus dimanfaatkan secara maksimal dan dirawat bersama agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

“Kami tidak ingin bantuan ini hanya sekadar diserahkan, tetapi benar-benar digunakan, dijaga, dan dirawat dengan baik. Manfaatnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat serta berdampak pada lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan tertata,” katanya.

Ia menilai keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah maupun petugas kebersihan. Kesadaran masyarakat untuk mengurangi, memilah, dan mengelola sampah sejak dari rumah juga menjadi faktor penting dalam menciptakan sistem persampahan yang berkelanjutan.

“Ketersediaan fasilitas harus berjalan beriringan dengan perubahan perilaku masyarakat. Pemerintah menyiapkan dan memperkuat sarana, sedangkan masyarakat juga perlu mengambil peran dengan menjaga kebersihan dan mulai memilah sampah dari rumah,” tambah Helmy.

DLH Makassar berharap seluruh bantuan dapat segera dioperasikan sesuai peruntukannya sehingga mampu meningkatkan pelayanan kebersihan sekaligus mendukung terwujudnya lingkungan permukiman yang lebih bersih, sehat, dan tertata di Kota Makassa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *