mediasulsel.id – Makassar – Bupati Maros Chaidir Syam melantik dan merotasi puluhan pejabat di lingkungan Pemkab Maros. Total ada 64 pejabat yang bergeser dalam pelantikan yang digelar di Lapangan Pallantikang, Kecamatan Turikale, Senin (5/1/2026).
Salah satu yang ikut dilantik adalah istri Bupati Maros, Ulfiah Nur Yusuf. Ulfiah yang sebelumnya bertugas sebagai apoteker ahli madya di Dinas Kesehatan Maros, kini dipercaya menjabat Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Maros.
Selain pelantikan Ulfiah, Chaidir juga mengisi sejumlah posisi pimpinan tinggi pratama atau eselon II. Dia menyebut ada 10 jabatan eselon II yang kini terisi melalui mekanisme seleksi atau lelang jabatan.
“Untuk eselon II sudah tidak ada yang kosong. Seluruh jabatan eselon II saat ini sudah terisi penuh,” kata Chaidir dalam keterangannya usai pelantikan.
Sejumlah pejabat yang dilantik untuk mengisi jabatan eselon II di antaranya Jamaluddin yang naik menjadi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Syamsuddin dilantik sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, sementara Muhisal dipercaya memimpin Dinas Perikanan.
Kemudian Abbas Maskur menjabat Kepala Dinas Perhubungan. Andi Wandi Bangsawan Putra Patabai dilantik sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Muhammad Aris dipercaya memimpin Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan KB.
Ada pula Andi Irfan Paharuddin yang dilantik sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup. Wempi Sumarlin dipercaya memimpin Badan Keuangan dan Aset Daerah. Herwan dilantik sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik. Sementara Sukartono dipercaya menjabat Sekretaris DPRD Kabupaten Maros.
Chaidir menegaskan penempatan jabatan, termasuk untuk istrinya, dilakukan berdasarkan pemetaan jabatan sesuai ketentuan kepegawaian. Dia menyebut Ulfiah berada pada golongan 4C dan dinilai memenuhi syarat dalam struktur jabatan.
“Ibu Bupati saat ini berada di golongan 4C. Sebenarnya 4C itu sudah sangat memenuhi syarat, bahkan setara dengan eselon II. Namun berdasarkan hasil pemetaan, ia masih ditempatkan di jabatan sekretaris,” jelasnya.
Chaidir menambahkan seluruh pengisian jabatan tetap mengikuti tahapan dan jenjang yang berlaku. Dia menekankan proses tersebut tidak boleh dilangkahi.
“Kita tidak ingin melangkahi proses. Semua harus memenuhi syarat dan melalui jenjang,” ujarnya.
Selain eselon II, pelantikan juga menyasar sejumlah posisi strategis lain, termasuk camat dan pejabat administrasi. Beberapa di antaranya Iskandar Zulkarnain dilantik sebagai Camat Bantimurung, Mappewakkang Andi Saka menjabat Camat Mallawa, Rudy menjadi Camat Maros Baru, serta Kemal Wahyudi dilantik sebagai Camat Camba. Hamril dipercaya sebagai Camat Tompobulu, sedangkan Hardiman Bakri menjabat Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Maros.
Chaidir berharap para pejabat yang dilantik dapat bekerja optimal dan menuntaskan program daerah. Dia menargetkan kinerja program tetap berjalan maksimal hingga 2026.
“Mudah-mudahan seluruh program berjalan tuntas. Target kita di 2026 seluruh program bisa berjalan seperti 2025. Alhamdulillah capaian program sudah di atas 90 persen,” ucapnya.
Chaidir juga memberi sinyal masih ada pelantikan lanjutan. Dia menyebut beberapa posisi sekretaris di perangkat daerah masih ada yang belum terisi.









