Fatayat NU Ujung Tanah Gelar Seminar Kesehatan Mental, Soroti Stres Gen Z dan Perempuan

oleh -5 Dilihat
oleh
Fatayat NU Ujung Tanah Gelar Seminar Kesehatan Mental, Soroti Stres Gen Z dan Perempuan
Fatayat NU Ujung Tanah Gelar Seminar Kesehatan Mental, Soroti Stres Gen Z dan Perempuan. Doc ist.

Mediasulsel.id, Makassar, Selasa, 09/06/2026 — Fatayat NU Ujung Tanah menggelar seminar kesehatan mental dan manajemen stres di Aula Kantor Kecamatan Ujung Tanah, Makassar, Selasa, 09/06/2026, untuk mengedukasi warga soal tekanan psikologis yang rentan dialami Gen Z dan perempuan.

Fatayat NU Ujung Tanah Edukasi Warga Soal Kesehatan Mental

Pimpinan Anak Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama Kecamatan Ujung Tanah menggelar seminar kesehatan mental dan manajemen stres di Aula Kantor Kecamatan Ujung Tanah, Jalan Sabutung Baru, Kota Makassar.

Kegiatan berlangsung pada Selasa sore, 09/06/2026, mulai pukul 15.30 hingga 17.00 WITA.

Seminar ini dipandu Andi Ismira, M.A., sebagai moderator.

PAC Fatayat NU Ujung Tanah yang dipimpin Nurlina menghadirkan pakar kesehatan Dr. Nur Ulmi Mahmud, S.KM., M.Kes., sebagai narasumber utama.

Materi yang dibahas meliputi fenomena tekanan psikologis di masyarakat, manajemen stres, serta kelompok yang rentan mengalami gangguan kesehatan mental.

Ketua Fatayat NU Kota Makassar, Nurul Husna Al Fayanah, mengatakan perempuan perlu memiliki kekuatan yang utuh, bukan hanya dari sisi spiritual, tetapi juga mental, intelektual, dan kepemimpinan.

banner DPRD Makassar 728x90

“Fatayat NU tidak hanya berbicara tentang peran perempuan dalam pembangunan, tetapi juga tentang bagaimana perempuan dapat bertumbuh secara utuh, kuat spiritualnya, cerdas intelektualnya, sehat mentalnya, dan kokoh kepemimpinannya,” kata Nurul Husna Al Fayanah, Selasa, 09/06/2026.

Ia menegaskan perempuan tidak boleh ditempatkan sekadar sebagai pelengkap dalam pembangunan.

Menurut dia, perempuan memiliki peran penting sebagai penggerak perubahan di keluarga, organisasi, dan lingkungan sosial.

“Perempuan bukan sekadar pelengkap pembangunan. Perempuan adalah penggerak perubahan,” ujarnya.

Dr. Nur Ulmi Mahmud dalam materinya menjelaskan Gen Z menjadi salah satu kelompok yang rentan menghadapi tekanan mental di era modern.

Ia menyebut tekanan akademik, tuntutan sosial, penggunaan media digital, dan perubahan pola interaksi turut memengaruhi kondisi psikologis generasi muda.

“Tingkat stres Gen Z, berdasarkan rujukan data, generasi Z tercatat mengalami tingkat stres yang lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya,” kata Dr. Nur Ulmi Mahmud.

Ia juga memaparkan data UNICEF 2024 yang menunjukkan sekitar 46 juta orang di Indonesia mengalami gangguan kesehatan mental.

Dari jumlah tersebut, 24,3 persen merupakan remaja yang masih bersekolah.

Nur Ulmi juga menyoroti kondisi perempuan yang menghadapi tekanan berlapis dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut dia, masalah domestik dalam keluarga dan himpitan ekonomi menjadi faktor yang banyak memicu stres pada perempuan.

Kegiatan Didukung Organisasi Pemuda dan Unsur Kecamatan

Seminar kesehatan mental yang diinisiasi PAC Fatayat NU Ujung Tanah mendapat apresiasi dari berbagai unsur organisasi dan masyarakat.

Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Tripika Kecamatan Ujung Tanah, Angkatan Pemersatu Pemuda Indonesia atau APPI, serta PK KNPI Kecamatan Ujung Tanah.

Perwakilan Muslimat NU Kecamatan Ujung Tanah, Bunda Marhana, menyampaikan dukungan terhadap kegiatan edukatif tersebut.

Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar secara rutin karena dinilai memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

“Sebagai orang tua, kami Muslimat NU Ujung Tanah sangat mengapresiasi kegiatan positif seperti ini dan berharap Fatayat Ujung Tanah menjadi patron, menjadi kecamatan percontohan untuk kecamatan yang lainnya,” kata Bunda Marhana.

Ia juga berharap kolaborasi antar-Badan Otonom NU di wilayah Ujung Tanah semakin kuat setelah kegiatan ini.

Seminar ini menjadi ruang edukasi bagi warga untuk memahami bahwa kesehatan mental perlu diperhatikan sejak dini.

Melalui kegiatan tersebut, Fatayat NU Ujung Tanah mendorong masyarakat lebih terbuka mengenali tanda stres, mencari dukungan yang tepat, dan membangun lingkungan sosial yang lebih peduli.

Kegiatan ini juga memperkuat peran organisasi perempuan dalam mendukung literasi kesehatan mental di tingkat kecamatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.