GAPEMBI Sulsel Minta Insentif Rp6 Juta MBG Dilanjutkan, Belum Balik Modal

oleh -0 Dilihat
oleh
GAPEMBI Sulsel Minta Insentif Rp6 Juta MBG Dilanjutkan, Belum Balik Modal
GAPEMBI Sulsel Minta Insentif Rp6 Juta MBG Dilanjutkan, Belum Balik Modal

Mediasulsel.id, Makassar, Sabtu, 20/06/2026 – Gabungan Pengusaha Makan Bergizi (GAPEMBI) Sulawesi Selatan meminta agar insentif Rp6 juta per hari untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak dihentikan. Ketua DPW GAPEMBI Sulsel Nurdin Beta mengungkapkan insentif itu masih digunakan untuk mengembalikan modal pembangunan setiap SPPG yang mencapai Rp1,5 miliar. Permintaan ini disampaikan di tengah beredarnya surat edaran yang disebut akan menghentikan insentif tersebut.

Nurdin Beta menjelaskan bahwa seluruh pengusaha Makan Bergizi (MBG) di Sulsel menggunakan modal mandiri tanpa pinjaman. Menurutnya, modal besar disebabkan standar tinggi yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk fasilitas SPPG. Sampai saat ini, belum ada satu pun SPPG di Indonesia yang telah merasakan keuntungan.

Insentif untuk Pengembalian Modal, Bukan Keuntungan

Nurdin Beta menegaskan bahwa insentif Rp6 juta per hari bukanlah keuntungan, melainkan proses pengembalian modal. Dalam konsolidasi dan konferensi pers DPW GAPEMBI Sulsel, ia menyebut bahwa pengembalian modal per hari masih di bawah 40 persen dari total investasi. “Kita masih berbicara di tahap bagaimana proses pengembalian modal kita ini bisa cepat kembali,” ujar Nurdin, Sabtu, 20/06/2026.

Ia menambahkan bahwa besaran insentif itu telah diatur dalam juknis yang diterbitkan BGN, bukan permintaan sepihak mitra. Jika aturan tersebut dihentikan, seluruh mitra GAPEMBI akan mengalami kerugian besar. “Yakin dan percaya 4 tahun 3 tahun modal kita belum bisa dikembalikan,” tutur Nurdin.

Risiko Jika Insentif Dihentikan

Nurdin Beta mengingatkan bahwa penghentian insentif secara sepihak akan berdampak serius bagi pengusaha MBG. Ia memaparkan bahwa modal Rp1,5 miliar per SPPG digunakan untuk memenuhi standar profesionalitas yang diminta BGN. Jika insentif dihentikan, proses pengembalian modal akan semakin lama dan potensi kerugian semakin besar. GAPEMBI berharap BGN dapat mempertimbangkan kembali kelanjutan insentif tersebut.