MAKASSAR, Mediasulsel.id – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin melontarkan teguran keras kepada jajaran pejabat saat meninjau Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Appi menyoroti masih lemahnya keseriusan dalam membenahi pengelolaan TPA, bahkan menyindir adanya kebiasaan bekerja hanya jika ada keuntungan.
Dalam arahannya, Appi mempertanyakan pemasangan peralatan yang baru dilakukan setelah berulang kali diminta. Ia juga mengkritik kecenderungan mengadakan barang yang tidak dibutuhkan, sementara persoalan utama justru lambat ditangani.
“Nggak ada keuntungan di sini, sampai nggak ada yang fokus. Kalau yang lain cepat, barang yang nggak dibutuhkan diadakan,” tegas Appi.
Menurutnya, seluruh jajaran harus memiliki tujuan yang sama, yakni mencari solusi terbaik agar TPA Makassar dapat keluar dari sanksi administrasi yang diterima akibat pengelolaan yang belum optimal.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah penanganan air lindi. Pemerintah Kota Makassar kini mulai mengaktifkan sistem ecotru untuk menetralisir air lindi melalui rangkaian kolam yang telah disiapkan sehingga tidak mencemari lingkungan.
“Hari ini mudah-mudahan kita sudah bisa aktivasi sistem ecotru untuk menetralisir air lindi agar tidak mencemari lingkungan,” ujarnya.
Namun, Appi menegaskan pembenahan TPA tidak cukup hanya dengan menghadirkan peralatan. Ia meminta seluruh area tetap bersih dan setiap petugas memiliki tanggung jawab yang jelas terhadap wilayah kerjanya.
“Namanya TPA bukan berarti harus kotor. Harus dibersihkan, dirawat, dan setiap orang tahu tanggung jawabnya,” katanya.
Appi juga menilai pengelolaan TPA membutuhkan sumber daya manusia yang mampu membangun sistem manajemen yang baik. Menurutnya, TPA bukan sekadar lokasi pembuangan sampah, melainkan bagian dari sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Ia menjelaskan seluruh aktivitas harus terkontrol, mulai dari pencatatan kendaraan yang masuk, pengawasan lokasi pembuangan, pengelolaan air lindi, hingga dampak sosial terhadap masyarakat di sekitar kawasan TPA.
“TPA ini bukan sekadar tempat buang sampah. Ini sistem yang saling berkaitan dan harus dikelola dengan manajemen yang baik,” tegasnya.
Di akhir arahannya, Appi meminta seluruh perangkat daerah menghentikan pola kerja yang hanya bergerak ketika ada kepentingan tertentu. Ia menegaskan persoalan TPA menyangkut kesehatan lingkungan dan kehidupan masyarakat sehingga harus menjadi prioritas bersama.
“Ini bukan cuma soal TPA, tapi dampak sosial yang ditimbulkan sangat besar. Karena itu pemerintah harus benar-benar fokus dan serius menyelesaikannya,” pungkas Appi.
