mediasulsel.id – MAKASSAR — Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar menyesuaikan jadwal libur sekolah selama Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah tahun 2026. Kebijakan ini dilakukan untuk menyelaraskan kalender pendidikan daerah dengan Surat Edaran Bersama (SEB) Tiga Menteri yang mengatur pembelajaran selama bulan suci.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, menjelaskan bahwa pihaknya akan segera menerbitkan surat edaran terbaru sebagai pedoman bagi seluruh satuan pendidikan, mulai dari PAUD/TK, SD, hingga SMP, baik negeri maupun swasta.
“Saat ini masih dalam masa libur awal Ramadan, sehingga kami akan segera membuat surat edaran penyesuaian berdasarkan edaran pusat dari tiga menteri,” ujarnya, Senin (16/2/2026).
Berdasarkan ketentuan nasional tersebut, libur awal Ramadan ditetapkan pada 18–21 Februari 2026. Kegiatan pembelajaran kemudian kembali berlangsung pada 23 Februari hingga 14 Maret 2026 dengan penyesuaian suasana belajar selama bulan puasa.
Sementara itu, libur Idulfitri dijadwalkan pada 16–20 Maret 2026 dan dilanjutkan 23–27 Maret 2026, sehingga total masa libur Lebaran mencapai sekitar 10 hari. Siswa direncanakan kembali masuk sekolah pada 30 Maret 2026.
Achi mengungkapkan bahwa surat edaran Disdik sebelumnya memang diterbitkan lebih awal sebelum kebijakan resmi pemerintah pusat keluar. Karena itu, penyesuaian perlu dilakukan agar seluruh sekolah mengikuti aturan terbaru secara seragam.
Ia berharap setiap satuan pendidikan dapat mematuhi ketentuan tersebut demi menjaga ketertiban proses belajar mengajar.
Selain mengatur jadwal libur, Disdik Makassar juga mendorong sekolah menjadikan Ramadan sebagai momentum penguatan pendidikan karakter. Menurut Achi, pembelajaran tidak hanya berfokus pada materi kurikulum, tetapi juga pada pembentukan akhlak, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepedulian sosial peserta didik.
“Ramadan adalah momentum pendidikan karakter. Sekolah kami dorong memperbanyak kegiatan yang membentuk akhlak, kedisiplinan, dan kepedulian sosial,” katanya.
Sekolah juga diminta menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan, seperti tadarus Al-Qur’an, pesantren kilat, ceramah keagamaan, serta kegiatan sosial. Langkah ini diharapkan mampu membangun suasana religius sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di lingkungan sekolah.
Disdik turut mengimbau para orang tua agar tetap memantau aktivitas anak selama masa libur, sehingga waktu luang dapat dimanfaatkan secara positif serta mendukung peningkatan kualitas ibadah.
“Kami berharap proses pembelajaran selama bulan suci tetap berjalan optimal dan kondusif, sekaligus menjadikan Ramadan sebagai momentum penguatan karakter generasi muda di Kota Makassar,” tutup Achi.











