
mediasulsel.id – MAKASSAR – Aksi premanisme jalanan kembali memakan korban di Kota Makassar. Seorang pengemudi ojek online (ojol) yang juga merupakan kader Ansor Banser Kota Makassar menjadi korban penyerangan dan penebasan senjata tajam. Aksi brutal ini diduga dilakukan oleh oknum juru parkir (jukir) liar di sekitar kawasan Mall Ratu Indah (MaRI), Jalan Mawas, Kota Makassar, pada Sabtu (19/09) malam.
Insiden berdarah ini diduga kuat dipicu oleh kesalahpahaman. Berdasarkan informasi di lapangan, pelaku saat itu tengah berada di bawah pengaruh minuman keras (miras), sehingga bertindak agresif dan tega menganiaya korban menggunakan senjata tajam.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka parah di bagian lengan. Saat ini, korban sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar akibat luka tebas dan harus menerima 17 jahitan.
Ketua LBH Ansor Mengutuk Keras dan Tuntut Tanggung Jawab PD Parkir
Ketua LBH Ansor Makassar, Wahyudi Sahri, mengutuk keras tindakan premanisme yang menimpa anggotanya tersebut. Ia menegaskan bahwa insiden ini menjadi preseden buruk bagi keamanan ruang publik di Makassar.
“Kami mengutuk keras aksi brutal ini. Korban adalah kader Ansor Banser yang sedang mencari nafkah. Kami meminta PD Parkir untuk bertanggung jawab atas insiden ini. Peristiwa memilukan ini adalah dampak nyata dari pembiaran yang selama ini dilakukan oleh PD Parkir terhadap maraknya jukir liar yang meresahkan di kawasan tersebut,” tegas Wahyudi Sahri dalam pernyataan resminya.
Menyikapi kejadian ini, LBH Ansor Makassar mengeluarkan pernyataan sikap dan tuntutan tegas:
Menuntut PD Parkir Makassar Raya bertanggung jawab penuh dan segera memberantas jukir liar ilegal di sekitar pusat perbelanjaan agar tidak ada lagi pembiaran yang mengancam nyawa warga.
Mendesak Kepolisian (Polsek Mamajang/Polrestabes Makassar) untuk segera menangkap dan memproses hukum pelaku penebasan secara cepat dan transparan demi keadilan korban.
LBH Ansor Makassar memastikan akan mengawal kasus ini secara total hingga pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal.
Sementara itu, rekan-rekan ojol dan kader Banser diimbau untuk tetap menahan diri dan mempercayakan proses pengejaran pelaku kepada aparat kepolisian yang berwenang.