Makassar, Mediasulsel.id — Posko mitigasi milik kepolisian di wilayah hukum Polsek Bontoala, Kota Makassar, dibakar saat situasi memanas menyusul aksi perang kelompok di Jalan Kandea. Dalam insiden tersebut, satu unit sepeda motor milik anggota Bhabinkamtibmas Polsek Bontoala yang berada di samping posko turut terbakar.
Kapolsek Bontoala, Kompol H. Abdul Samad, S.H., M.M., membenarkan adanya pembakaran tersebut. Ia mengatakan, kejadian bermula setelah pihak kepolisian menerima informasi mengenai seorang warga yang meninggal dunia akibat perang kelompok.
“Awalnya kami mendapat informasi bahwa ada orang meninggal akibat perang kelompok. Korbannya kemudian dibawa ke Rumah Sakit Angkatan Laut,” kata Abdul Samad.
Setelah mengecek kondisi korban, polisi kemudian menerima laporan dari anggota yang sedang berjaga di pos mitigasi bahwa pos tersebut mulai dilempari oleh sekelompok remaja atau warga dari Bungaejaya, kecamatan Tallo
“Kurang lebih lima menit kami dihubungi oleh anggota yang piket di pos mitigasi bahwa pos dilempar sama anak warga dari Tallo,” ujarnya.
Informasi tersebut kemudian diteruskan melalui grup internal kepolisian agar personel segera merapat ke lokasi untuk mengantisipasi situasi yang semakin memanas.
Abdul Samad mengatakan, saat personel menuju lokasi melalui bagian belakang, sejumlah remaja atau warga masih melakukan pelemparan ke arah pos.
“Kami lewat belakang dan remaja-remaja atau masyarakat sudah melempar ke arah pos. Namun kami tidak berani maju karena lebih banyak mereka daripada kita,” jelasnya.
Sekitar setengah jam kemudian, polisi melihat kepulan asap dari arah posko. Khawatir api turut membahayakan personel yang masih berada di dalam, Kapolsek langsung menghubungi anggota agar segera meninggalkan pos.
“Kemudian kami melihat asap di pos. Kami telepon anggota yang ada dalam pos karena mengkhawatirkan jangan sampai anggota juga ikut terbakar. Kami segera telepon supaya segera keluar,” ungkapnya.
Dua anggota yang berada di dalam pos akhirnya berhasil keluar dari lokasi.
Namun, api ternyata juga membakar satu unit sepeda motor milik anggota kepolisian yang berada di sekitar posko.
“Anggota ada dua orang. Sebelumnya sekitar jam 4 kami ada di sini berlima memantau situasi posko mitigasi,” katanya.
Abdul Samad memastikan sepeda motor yang terbakar tersebut merupakan kendaraan milik anggota Bhabinkamtibmas Polsek Bontoala.
“Iya betul, motor anggota yang terbakar. Motor anggota Bhabinkamtibmas,” tegasnya.
Pasca kejadian, personel Polsek Bontoala masih melakukan penjagaan di sekitar lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya aksi susulan setelah situasi kembali memanas.
“Sementara kami akan berjaga-jaga, mengantisipasi jangan sampai ada serangan lagi dari warga sebelah,” pungkas Abdul Samad.















