mediasulsel.id – MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Koperasi dan UKM resmi mengumumkan gelaran Karebosi Ramadhan Fair 2026, event tahunan yang masuk dalam Calendar of Event (CoE) kota. Kegiatan ini diproyeksikan menjadi pusat perputaran ekonomi sekaligus ruang interaksi religius bagi masyarakat selama Ramadan.
Pengumuman tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Hotel Ibis Styles Makassar, Minggu (1/2/2026). Kepala Dinas Koperasi dan UKM Makassar, Arlin Ariesta, mengatakan kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk menciptakan pelaku UMKM yang berdaya saing.
“Pemilihan Karebosi bukan tanpa alasan. Kawasan ini adalah ikon Kota Makassar yang sangat mudah dijangkau seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Event ini dijadwalkan berlangsung selama delapan hari, mulai 20 hingga 28 Februari 2026, di Pelataran Karebosi Kanrerong (depan Pengadilan), Jalan RA Kartini.
Targetkan Lahirkan 150 UMKM Baru
Karebosi Ramadhan Fair tak sekadar menjadi lokasi berburu kebutuhan Ramadan. Pemerintah kota menargetkan lahirnya 150 UMKM baru berbasis RW yang siap naik kelas melalui akses pasar, pendampingan, dan kolaborasi.
Menurut Arlin, pengunjung juga dapat menikmati beragam kuliner khas Makassar yang disiapkan langsung oleh pelaku usaha lokal.
“Kami ingin menghadirkan event yang berdampak nyata terhadap ekonomi masyarakat,” katanya.
Bukan Hanya Bazar
Karebosi Ramadhan Fair 2026 dirancang sebagai destinasi wisata keluarga bernuansa religi. Sejumlah kegiatan telah disiapkan, mulai dari bazar UMKM sektor makanan dan minuman, workshop dan inspiring talkshow, hingga berbagai kompetisi dalam Ramadan Challenge.
Selain itu, akan digelar Kultum Hijrah Talk Gen Z, mini konser nasyid, hiburan islami, stand up comedy, serta program sosial Sedekah Berkah.
Didukung Lintas Instansi
Kesuksesan acara ini melibatkan berbagai perangkat daerah. Dinas Pariwisata memasukkan Karebosi Ramadhan Fair ke kalender resmi pariwisata guna menarik wisatawan, sementara Dinas Kominfo bertugas memperkuat promosi digital agar informasi menjangkau masyarakat lebih luas.
Melalui sinergi tersebut, Pemkot Makassar berharap kegiatan ini tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, tetapi juga menghadirkan suasana Ramadan yang positif dan inklusif bagi warga.












