Kericuhan Demo Pedagang Pabaeng-baeng di Balai Kota Makassar, ASN Diduga Ikut Lempar Batu : “Saya Dilempar, Saya Balas”

oleh -39 Dilihat
oleh
IMG 20260112 WA0014 400x225 1
TANGKAP LAYAR VIDEO VIRAL – Seorang ASN diduga melempar batu ke arah massa pendemo pedagang Pasar Pabaeng-baeng dari halaman Balai Kota Makassar. Aksi tersebut terekam dalam video amatir yang beredar luas di media sosial dan memicu kembali kericuhan aksi unjuk rasa, Senin (12/1/2026).

mediasulsel.id – MAKASSAR – Aksi unjuk rasa pedagang Pasar Pabaeng-baeng di depan Kantor Balai Kota Makassar, Senin (12/1/2026), berujung ricuh. Kericuhan terjadi setelah situasi sempat mereda ketika Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham turun langsung menemui massa.

Munafri bersama Aliyah disebut sempat menenangkan massa hingga kondisi dinilai kondusif. Namun tak lama setelah keduanya meninggalkan lokasi, suasana kembali memanas.

banner DPRD Makassar 728x90

Massa dilaporkan terlibat aksi saling lempar batu dan botol bekas air mineral. Situasi sempat membuat ketegangan meningkat di sekitar area pagar Balai Kota, sementara aparat pengamanan berjaga di lokasi.

Kericuhan disebut dipicu aksi seorang oknum pegawai Pemerintah Kota Makassar yang diduga melempar batu dari halaman kantor ke arah massa. Peristiwa itu disebut terekam dalam video amatir berdurasi sekitar 30 detik yang beredar.

Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang pria berseragam ASN mengambil batu lalu melemparkannya ke arah pendemo yang berada di luar pagar. Tak lama kemudian, massa membalas lemparan ke arah halaman kantor.

Belakangan, pelaku pelemparan itu disebut diduga merupakan pejabat struktural Kesbangpol Kota Makassar berinisial HR. Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, HR mengakui melakukan aksi lempar batu tersebut karena membalas lemparan massa.

“Saya dilempar, saya balas lemparan mereka. Dia lempar saya jadi saya balas,” ujar HR melalui pesan singkat kepada wartawan, Senin (13/1/2026).

Terpisah, tokoh masyarakat H Sulaiman menyayangkan adanya tindakan balasan dari seorang pejabat publik. Ia menilai tindakan tersebut dapat berdampak buruk terhadap citra pemerintah kota, apalagi insiden terjadi setelah wali kota turun langsung menenangkan massa.

“Sangat disayangkan, apalagi diketahui yang melakukan pelemparan merupakan pejabat publik Kesbangpol. Seharusnya bertindak untuk merelai dan memberikan solusi, bukan malah memperkeruh keadaan. Apalagi kejadiannya setelah Pak Wali turun langsung menenangkan massa,” katanya.

Ia juga menilai pernyataan HR bernada emosi dan terkesan tidak etis untuk disampaikan oleh pejabat struktural.

Penulis : IMRAN 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.