mediasulsel.id – Makassar – Muh Ikram alias Mukram, eks warga binaan Rutan Makassar yang kini menjabat Ketua Laskar Garuda Bersatu, angkat bicara soal isu yang viral di media sosial terkait tudingan rutan jadi “pasar gelap” jual-beli kamar hingga narkoba.
Mukram menegaskan, berdasarkan pengalamannya saat menjalani masa tahanan, ia tidak pernah melihat adanya perlakuan khusus berupa “kamar istimewa”.
Klaim Tak Ada Kamar Istimewa.
Mukram mengatakan selama berada di rutan, ia diperlakukan secara adil seperti warga binaan lainnya.
“Tak ada kamar istimewa. Dulu saya di penjara, saya diperlakukan secara adil,” kata Mukram, Selasa (6/1/2026).
Sebut Dapat Pembinaan Ibadah di Rutan.
Mukram juga menyebut, masa pembinaan di dalam rutan justru menjadi titik balik bagi dirinya.
Ia mengaku mendapat pelajaran mengaji, salat, hingga tata cara ibadah lainnya selama berada di sana.
“Di situ juga saya dapat pelajaran mengaji, salat, dan tata cara ibadah lainnya,” ujarnya.
Kaget Baca Isu Viral Rutan Jadi Pasar Gelap.
Mukram mengaku terkejut setelah melihat kabar yang ramai beredar, yang menyebut Rutan Makassar disebut-sebut menjadi tempat jual-beli kamar dan peredaran narkoba.
Namun, ia menilai informasi tersebut tidak sesuai dengan apa yang ia alami.
“Jadi saya juga kaget lihat baca berita viral bahwa rutan jadi pasar gelap jual-beli kamar, narkoba. Menurut hemat saya, selama saya di sana tidak ada rutan jadi pasar jual-beli kamar,” ucapnya.
Ngaku Berubah, Jaga Nama Baik dan Karakter.
Mukram menambahkan, pengalaman selama di rutan membuatnya banyak belajar, termasuk soal pengendalian diri.
Ia mengaku dari situ mulai menjaga mental dan karakter agar bisa memberi dampak baik saat kembali ke masyarakat.
“Selama saya di rutan saya dapat banyak pelajaran. Dari situ juga saya mulai menjaga nama baik, mental, dan karakter untuk selalu berbuat baik kepada masyarakat,” pungkasnya.













