Kondisi Bikin Nggak Tega: Bupati Gowa Bawa Lansia ke RS, Rumahnya Diintervensi

oleh -29 Dilihat
oleh
Screenshot2026 01 1315040
Bupati Gowa Husniah Talenrang melihat langsung kondisi lansia lumpuh yang tinggal berdua di rumah tidak layak huni di Kabupaten Gowa.

mediasulsel.id – Gowa – Kondisi pasangan lansia yang tinggal berdua di rumah tidak layak huni bikin miris.

Dalam rekaman video yang beredar, seorang kakek mengaku berusia 80 tahun dan hidup bersama istrinya yang sakit berat hingga lumpuh.

banner DPRD Makassar 728x90

Keduanya disebut tidak memiliki anak dan bertahan hidup dengan penghasilan seadanya.

Bupati Gowa, Husniah Talenrang, turun langsung melihat kondisi warga tersebut di Kabupaten Gowa.

Di lokasi, Husniah menyoroti masalah utama yang membuat bantuan sosial sulit masuk, yakni administrasi kependudukan yang belum tuntas, sehingga warga tidak terbaca dalam sistem pendataan berbasis desil.

Pak Kadis Capil tolong selesaikan administrasi kependudukannya supaya cepat. Supaya bisa didata dia masuk desil berapa, 1 sampai 5. Kalau begini kan mengkhawatirkan, pemerintah tidak bisa kasih bantuan karena tidak tercatat di administrasi kependudukan,” 12/01/26  kata Husniah dalam video. 

“Nggak Tega Saya Lihat”

Husniah juga menyebut kondisi rumah dan tempat tidur pasien sangat memprihatinkan.

Ia meminta jajarannya bergerak cepat, bukan menunggu viral.

Aduh rumahnya tidak layak, kasihan sekali. Ibunya sakit… tempat tidurnya seperti ini. Nggak tega saya lihat kalau kayak gini,” ucapnya. 12/01/26

Husniah bahkan menyinggung pola kerja yang lambat di level bawah.

Menurutnya, jika ada warga dalam kondisi darurat sosial, perangkat setempat harus segera melapor agar intervensi bisa dilakukan cepat.

Ini namanya kita slow response. Sudah tahu ada warga begini, tidak cepat diintervensi, tidak dilaporkan… warga begini jangan dilihat-lihat, laporkan cepat,” tegasnya.

Diminta Intervensi dan Bedah Rumah

Dalam video itu, Husniah juga memerintahkan agar rumah pasangan lansia tersebut segera diintervensi melalui program bedah rumah agar menjadi layak huni.

Ia menekankan pentingnya administrasi dengan pemilik lahan agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Mas Nas intervensi rumahnya… bedah rumahnya menjadi layak huni. Buat perjanjiannya dengan pemilik lahan supaya tidak ada yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Selain soal rumah, Husniah juga meminta agar lansia yang sakit mendapatkan penanganan medis.

Saya bawa ke rumah sakit ya. Bawa ke rumah sakit,” katanya.

Dinsos Gowa: Data Dibantu Pendamping PKH, Alat Bantu dan Rehab Rumah Jalan

Terpisah, Dinas Sosial Kabupaten Gowa melalui Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial, Rizkiyani Sabir, menegaskan pihaknya terus memperkuat akurasi data kelompok rentan agar bantuan tepat sasaran.

Selama ini kami selalu dibantu pendamping desa Program Keluarga Harapan (PKH) untuk memastikan data lansia dan disabilitas tersusun rapi dan terstruktur, sehingga intervensi bantuan bisa lebih cepat, tepat sasaran, dan tidak ada warga rentan yang terlewat,” ujarnya.

Rizkiyani menambahkan, distribusi alat bantu seperti tongkat juga rutin dilakukan di berbagai wilayah.

“Alat bantu tongkat juga sudah sering kami distribusikan di Kabupaten Gowa,” katanya.

Kolaborasi dengan Baznas Kabupaten Gowa juga berjalan untuk membantu rehabilitasi rumah tidak layak huni.

Kami juga selalu dibantu Baznas Kabupaten Gowa dalam merehab rumah yang tidak layak huni,” jelasnya.

Untuk layanan kesehatan, ia menyebut KIS telah meng-cover masyarakat tidak mampu sesuai ketentuan.

KIS saat ini meng-cover masyarakat tidak mampu di Kabupaten Gowa sesuai desil yang diprosedurkan,” terangnya.

Tekankan Pelayanan Publik Turun Langsung

Kasus ini menegaskan bahwa pelayanan publik harus benar-benar hadir di lapangan.

Husniah meminta perangkat desa, pendamping sosial, hingga OPD terkait mempercepat pelaporan dan penanganan agar warga rentan tidak menunggu terlalu lama.

Kita harus lakukan pelayanan publik turun langsung ke masyarakat,” kata Husniah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.