mediasulsel.id – Makassar – Kebakaran melanda kawasan Pasar Pabaeng-baeng Barat, Makassar, Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 03.30 Wita. Sedikitnya 37 tempat usaha milik pedagang terdampak dalam peristiwa tersebut.
Berdasarkan hasil pendataan dan survei lapangan Perumda Pasar Makassar, sebanyak 29 tempat usaha masuk kategori terbakar, sementara delapan lainnya mengalami dampak akibat kebakaran.
Rinciannya, di area front toko terdapat tujuh pedagang terdampak. Tiga tempat usaha terbakar dan empat lainnya terdampak. Sementara pada Kios 1, dari enam pedagang yang terdata, empat tempat usaha terbakar dan dua lainnya terdampak.
Di area Los TB, dua pedagang tercatat terdampak, masing-masing satu tempat usaha terbakar dan satu lainnya mengalami kerusakan.
Dampak paling besar terjadi di Pelataran 1. Dari 22 pedagang yang terdata di kawasan tersebut, sebanyak 21 tempat usaha terbakar dan satu lainnya terdampak.
Perumda Pasar Makassar mengategorikan tempat usaha sebagai terbakar apabila material bangunan tidak lagi tersisa atau sebagian besar mengalami kerusakan. Sedangkan kategori terdampak diberikan kepada tempat usaha yang mengalami kerusakan sebagian, seperti plafon, rolling door, dinding hingga peralatan usaha.
Direktur Utama Perumda Pasar Makassar, Ali Gauli Arief, mengatakan pihaknya langsung bergerak melakukan pendataan dan penanganan pascakebakaran.
Survei dilakukan Bagian Perencanaan dan Pembangunan dengan melibatkan Kepala Urusan serta Kepala Unit Pasar Pabaeng-baeng.
“Perumda Pasar Makassar hadir bukan hanya dalam pengelolaan pasar, tetapi juga memastikan pelayanan kepada pedagang tetap berjalan, termasuk ketika terjadi musibah seperti ini. Pendataan di lapangan menjadi bagian penting untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan penanganan selanjutnya,” kata Ali.
Selain melakukan pendataan, jajaran Perumda Pasar Makassar juga turun langsung meninjau lokasi kebakaran. Peninjauan turut dihadiri Lurah Pabaeng-baeng Ibardarmadi, Direktur Operasional Perumda Pasar Makassar Rusli Patara, Kabag Ketertiban dan Keindahan, Kabag Perencanaan serta sejumlah pegawai.
Ibardarmadi mengingatkan para pedagang untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan pasar.
“Musibah ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan pasar, terlebih aktivitas pasar melibatkan banyak instalasi listrik, peralatan memasak dan material yang mudah terbakar,” ujarnya.
Ia meminta pedagang menyiapkan alat pemadam api ringan atau APAR di tempat usaha serta rutin memeriksa instalasi dan sambungan listrik.
“Kami juga mengimbau seluruh pedagang agar melakukan sejumlah langkah pencegahan. Di antaranya, menyiapkan APAR berukuran kecil di tempat usaha, memeriksa sambungan listrik serta segera mengganti kabel yang sudah usang atau berpotensi membahayakan,” katanya.
Pedagang juga diminta memastikan kompor, peralatan listrik, colokan dan perangkat lainnya sudah dalam kondisi aman sebelum meninggalkan kios.
Selain itu, setiap potensi kebakaran diminta segera dilaporkan kepada petugas agar dapat ditangani sebelum api membesar.
Perumda Pasar Makassar menegaskan aspek keselamatan, kenyamanan serta keberlangsungan aktivitas ekonomi pedagang menjadi bagian penting dalam pelayanan publik di kawasan pasar.
















