mediasulsel.id – Pangkep – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) mempercepat perbaikan Jalan Matahari, Kecamatan Pangkajene, yang selama ini menjadi salah satu ruas jalan kabupaten dengan tingkat mobilitas tertinggi di pusat kota. Hingga pertengahan Juli 2026, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 40 persen.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pangkep, H. Andi Irwan, mengatakan Jalan Matahari menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah karena kondisinya mengalami kerusakan cukup parah dan dinilai membahayakan pengguna jalan.
“Jalan Matahari merupakan salah satu ruas jalan kabupaten yang paling ramai dilalui masyarakat di Kota Pangkep. Karena itu kami memprioritaskan penanganannya. Kondisinya sudah sangat tidak layak, lubangnya cukup banyak dan membahayakan pengguna jalan,” kata Andi Irwan usai mengikuti rapat pembahasan APBD 2025 di Kantor DPRD Pangkep, Kamis (16/7/2026).
Andi Irwan yang didampingi Kepala Bidang Cipta Karya, Barkil Khatib, menjelaskan pekerjaan perbaikan baru berjalan sekitar tiga hari. Meski demikian, kondisi jalan yang sebelumnya dipenuhi lubang kini mulai tertangani.
“Alhamdulillah progres pekerjaan sudah mencapai sekitar 40 persen. Saat ini satu sisi badan jalan sedang dicor. Setelah mutu beton memenuhi standar, sekitar dua hingga tiga minggu ke depan baru bisa dilalui kendaraan, kemudian pekerjaan dilanjutkan ke sisi jalan lainnya,” ujarnya.
Ia mengakui keterbatasan anggaran membuat perbaikan Jalan Matahari belum dapat diselesaikan secara menyeluruh pada tahun ini. Namun, pemerintah memastikan seluruh titik kerusakan yang paling membahayakan akan ditangani lebih dulu.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar masyarakat dapat menikmati akses jalan yang lebih aman dan nyaman.
Dinas PU Genjot Normalisasi Drainase
Selain memperbaiki infrastruktur jalan, Dinas PU Pangkep juga terus melakukan normalisasi drainase di sejumlah kawasan perkotaan sebagai upaya mengurangi potensi banjir saat musim hujan.
Andi Irwan mengungkapkan, hasil normalisasi menunjukkan sebagian besar material yang diangkat dari saluran air merupakan sampah rumah tangga dan sampah plastik yang dibuang sembarangan oleh masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah ke drainase. Dari hasil normalisasi yang kami lakukan, sekitar 60 persen material yang diangkat merupakan sampah plastik dan sampah rumah tangga. Kondisi ini sangat berpotensi menyumbat saluran dan memicu banjir saat musim hujan,” tegasnya.
Ia menambahkan, program normalisasi drainase akan terus dilanjutkan di sejumlah titik pada tahun ini guna meningkatkan kapasitas saluran air.
“Mudah-mudahan dengan normalisasi drainase yang terus kami lakukan, kawasan perkotaan bisa terhindar dari banjir. Kecuali jika terjadi luapan sungai akibat cuaca ekstrem, tentu itu berada di luar kemampuan kami untuk mengendalikan,” pungkasnya.
















