mediasulsel.id – SUKABUMI — Ayah korban, Anwar Satibi (38), mengungkapkan detik-detik saat pertama kali melihat kondisi putranya, NS (12), yang mengalami luka melepuh di sekujur tubuh sebelum akhirnya meninggal dunia.
Dalam keterangannya, Anwar mengaku terkejut saat tiba di rumah dan mendapati kondisi anaknya sudah tidak wajar.
“Sampai di rumah, saya kaget melihat kondisi anak saya yang kulitnya pada melepuh. Saya tanya, ‘Mah, kenapa kulitnya seperti ini?’ Dia jawab, ‘Ini kan sakit panas ya, jadi pada melepuh’,” ujar Anwar.(19/2/2026)
Awalnya, Anwar mengira luka tersebut bisa ditangani dengan salep. Namun melihat kondisi NS yang terus menurun, ia akhirnya membawa putranya ke rumah sakit.
Di ruang perawatan, NS sempat menyampaikan pengakuan kepada ayahnya dengan suara lirih. Bocah itu mengaku disuruh meminum air panas oleh ibu tirinya.
Kondisi korban kemudian terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia setelah mendapat perawatan intensif.
Anwar juga mengungkap bahwa insiden kekerasan terhadap anaknya diduga bukan pertama kali terjadi. Ia menyebut pernah melaporkan dugaan penganiayaan sekitar satu tahun lalu setelah terjadi perkelahian antara NS dan anak angkat lain di rumah tersebut.
“Kalau berantem sama anak itu, yang berantem anak saya. Pas kejadian penganiayaan yang saya laporkan tahun lalu, itu gara-gara berantem sama anak itu. Jadi ini sudah pernah terjadi,” tuturnya.
Meski sempat dimediasi dan berujung damai, Anwar mengaku laporan sebelumnya sebenarnya belum dicabut.
Dalam kasus terbaru ini, Anwar menilai ada sejumlah kejanggalan, termasuk penjelasan bahwa luka melepuh disebabkan oleh demam panas.
Menurutnya, secara logika medis, demam tidak lazim menimbulkan luka melepuh seperti luka bakar.
Saat ini, kasus kematian NS masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Tim forensik juga tengah mendalami hasil autopsi serta pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab pasti kematian dan kemungkinan adanya unsur pidana.(*)











