Sulsel

Sampah Menumpuk di Gowa, Armada Terkendala BBM dan Masalah TPA

2
WhatsApp Image 2026 09 21 at 13.51.22 20kb
Tumpukan sampah menggunung di sejumlah titik di Kabupaten Gowa akibat terganggunya operasional armada pengangkut sampah. DPRD Gowa mendesak pemerintah daerah segera mengatasi persoalan tersebut./IST

GOWA, MEDIASULSEL.ID – Tumpukan sampah menggunung di sejumlah titik di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Armada pengangkut sampah dilaporkan tidak beroperasi akibat terkendala pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.

Kondisi tersebut mendapat sorotan dari Wakil Ketua I DPRD Gowa, Hasrul Abdul Rajab. Ia meminta pemerintah daerah segera mencari solusi agar pelayanan pengangkutan sampah kembali berjalan normal.

Tumpukan sampah terlihat di sejumlah tempat pembuangan sementara (TPS) di Kecamatan Somba Opu, termasuk kawasan belakang RSUD Syekh Yusuf, Jalan Poros Macanda, Jalan Samata-Pattallassang, Jalan Pariwisata, hingga Jalan Tun Abdul Razak.

Sampah yang tidak terangkut selama lebih dari sepekan dilaporkan mulai menggunung dan meluber ke bahu jalan.

Truk Sampah Tak Dapat Solar, DLH Gowa Ungkap Penyebabnya

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gowa, Azhari Azis, mengungkapkan bahwa terganggunya operasional armada pengangkut sampah disebabkan belum dibayarkannya biaya bahan bakar kepada pihak SPBU yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.

Akibatnya, kendaraan pengangkut sampah tidak lagi mendapatkan pasokan solar untuk menjalankan aktivitas pengangkutan menuju tempat pembuangan akhir (TPA) di Caddika, Kecamatan Bajeng.

“Kami sudah melaporkan ke Plh Sekkab Gowa serta Plh Kepala BPKD terkait belum cairnya dana operasional bahan bakar minyak solar,” kata Azhari, Kamis (17/9/2026).

Menurutnya, pembayaran biaya operasional solar untuk Agustus hingga 17 September 2026 belum diselesaikan.

Kondisi tersebut membuat pihak SPBU menghentikan pemberian jatah bahan bakar kepada armada pengangkut sampah DLH Gowa.

Azhari telah menyampaikan persoalan itu kepada Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Kabupaten Gowa Firdaus dan Plh Kepala BPKD Abdul Rachman agar segera mendapat penanganan.

Ia mengingatkan volume sampah akan terus bertambah apabila armada pengangkut tidak segera kembali beroperasi.

DPRD Gowa Bakal Panggil DLH dan OPD Terkait

Wakil Ketua I DPRD Gowa Hasrul Abdul Rajab mengatakan persoalan sampah harus segera ditangani karena menyangkut kesehatan dan kenyamanan masyarakat.

Menurutnya, penumpukan sampah juga berdampak pada kondisi lingkungan Kota Sungguminasa sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Gowa.

“Kami akui bahwa persoalan sampah adalah masalah serius, karena menyangkut kesehatan, kenyamanan warga, dan wajah Kota Sungguminasa sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Gowa,” ujar Hasrul.

Hasrul menyatakan DPRD Gowa akan memanggil organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk meminta penjelasan mengenai terganggunya pelayanan pengangkutan sampah.

Pembahasan akan mencakup kondisi armada, tenaga kebersihan, jadwal pengangkutan hingga sistem pengelolaan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA).

DPRD juga akan meminta penjelasan mengenai persoalan akses dan penggunaan lahan TPA yang turut menghambat pengangkutan sampah.

Persoalan Anggaran Pemkab Gowa Ikut Disorot

Hasrul sebelumnya mengaitkan terganggunya pelayanan pengangkutan sampah dengan belum cairnya anggaran operasional sejumlah perangkat daerah.

Menurutnya, meski gaji ASN telah dibayarkan pada Senin (14/9/2026), belanja rutin sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) belum terselesaikan.

Ia menilai kondisi tersebut berkaitan dengan perubahan pejabat di lingkungan Pemkab Gowa, termasuk posisi Sekretaris Kabupaten dan Kepala BPKD.

Namun, Hasrul menegaskan masyarakat membutuhkan penyelesaian nyata atas persoalan sampah yang terjadi, bukan perdebatan mengenai pihak yang harus disalahkan.

Akses TPA Ditutup, Bupati Gowa Siapkan Jalur Baru

Selain persoalan bahan bakar, pengangkutan sampah di Gowa juga terkendala penutupan akses menuju TPA Caddika di Kecamatan Bajeng.

Penutupan tersebut berkaitan dengan persoalan penggunaan lahan yang masih membutuhkan penyelesaian antara pemerintah daerah dan pihak pemilik tanah.

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang telah meninjau lokasi TPA pada Minggu (20/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Husniah menyatakan pemerintah daerah menyiapkan jalur alternatif melalui kawasan Bumi Perkemahan HM Yasin Limpo untuk membuka kembali akses kendaraan pengangkut sampah.

Ia memastikan armada pengangkut sampah dapat kembali beroperasi melalui jalur alternatif tersebut.

Meski demikian, tumpukan sampah masih terlihat di sejumlah ruas jalan dan kawasan permukiman Kecamatan Somba Opu hingga Senin (21/9/2026).

Warga mulai mengeluhkan bau menyengat dari sampah yang belum terangkut dan mengkhawatirkan dampaknya terhadap kebersihan lingkungan serta kesehatan masyarakat.

Exit mobile version