mediasulsel.id, Makassar, Rabu, 30/09/2026 — SMPN 24 Makassar memanfaatkan kebun urban farming sekolah sebagai sarana pengenalan tanaman bagi peserta didik dalam kegiatan Adiwiyata yang berlangsung Jumat, 25 September 2026.
Kegiatan yang melibatkan guru dan siswa itu dipusatkan di kebun belakang sekolah, Jalan Brig Dpu Nomor 40, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.
Berdasarkan rilis sekolah, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya UPT SPF SMP Negeri 24 Makassar, yang dikenal dengan sebutan Spendupa, memperkuat kepedulian warga sekolah terhadap lingkungan melalui pembelajaran langsung.
SMPN 24 Makassar Jadikan Kebun Sarana Belajar
Kebun urban farming atau pertanian perkotaan di lingkungan sekolah disiapkan agar siswa dapat mengenal tanaman melalui contoh yang dekat dengan keseharian mereka.
Dalam transkrip publikasi akun resmi @smpnegeri24makassar.official yang disertakan dalam rilis, perwakilan sekolah menjelaskan tujuan penyediaan kebun tersebut.
“Kami dari SMP Negeri 24 Makassar akan memperkenalkan Urban Farming yang mana kebun Farm ini kami sengaja membuat sebagai contoh yang dapat dijadikan sebagai sarana pembelajaran,” ujar perwakilan sekolah dalam publikasi kegiatan tersebut.
Pemanfaatan kebun sebagai ruang belajar memberi kesempatan kepada siswa untuk menghubungkan nama tanaman dengan objek yang mereka temui di lingkungan sekolah.
Dengan demikian, pengenalan tanaman dapat dilakukan melalui pengamatan langsung, selain melalui penjelasan di dalam kelas.
Papan Nama Bantu Siswa Mengenali Tanaman
Dokumentasi yang menyertai rilis memperlihatkan guru dan siswa membawa papan identitas tanaman di dekat mural bertema lingkungan.
Beberapa nama yang tampak pada papan tersebut antara lain cabai, rambutan, ubi jalar, dan kumis kucing.
Papan identitas itu menjadi alat bantu untuk membedakan tanaman yang diperkenalkan kepada peserta didik.
Keberadaan mural bertuliskan “Hijaukan Lingkungannya, Cerdaskan Siswanya” turut memperkuat pesan pendidikan lingkungan di area kegiatan.
Melalui pengenalan tanaman ini, sekolah menempatkan kebun sebagai bagian dari sarana pembelajaran sekaligus penguatan kegiatan Adiwiyata.
Keterlibatan guru dan peserta didik diharapkan mendukung tumbuhnya kepedulian terhadap tanaman serta lingkungan sekolah.











