banner BPKAD Kota Makassar 728x90
NasionalPolitik

Survei Capres PPI, Prabowo Teratas Disusul Dedi dan Anies

1
×

Survei Capres PPI, Prabowo Teratas Disusul Dedi dan Anies

Sebarkan artikel ini
Dokumentasi Presiden Prabowo dalam sidang kabinet untuk berita survei capres PPI
Survei Capres PPI, Prabowo Teratas Disusul Dedi dan Anies. doc istimewa
banner BPKAD Kota Makassar 728x90

mediasulsel.id, Jakarta, Minggu, 18/10/2026 — Survei capres PPI menempatkan Prabowo Subianto pada urutan pertama dengan 31,6 persen dalam simulasi pertanyaan terbuka yang hasilnya dipaparkan Minggu (18/10/2026).

Survei capres PPI gunakan jawaban spontan

Dedi Mulyadi memperoleh 11,4 persen, diikuti Anies Baswedan dengan 10,1 persen.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia atau PPI, Adi Prayitno, menjelaskan bahwa responden menyebut sendiri nama yang akan dipilih.

“Responden diminta untuk menjawab secara spontan,” kata Adi dalam pemaparan hasil survei secara virtual, Minggu (18/10/2026).

Pertanyaan yang diajukan meminta responden menentukan pilihannya apabila pemilihan presiden berlangsung saat survei dilakukan.

Karena menggunakan pertanyaan terbuka, daftar nama muncul dari jawaban responden, bukan dari pilihan calon yang disodorkan pewawancara.

Pada urutan berikutnya, Gibran Rakabuming Raka memperoleh 6,9 persen dan Ganjar Pranowo 4,4 persen.

Periode dan batas pembacaan hasil

PPI mengumpulkan jawaban pada 26 September hingga 6 Oktober 2026 melalui wawancara tatap muka.

Survei melibatkan 1.200 responden dari 38 provinsi dengan metode sampel acak bertingkat.

Tingkat kepercayaannya 95 persen dengan batas kesalahan pengambilan sampel sekitar 2,83 persen.

Selisih angka Dedi dan Anies dalam hasil tersebut sebesar 1,3 poin persentase.

Urutan persentase itu tidak cukup untuk menyimpulkan adanya keunggulan yang pasti secara statistik tanpa pengujian lebih lanjut.

Hasil survei merekam preferensi responden pada periode pengumpulan data dan bukan hasil pemilihan umum.

Pembaca juga perlu membedakan simulasi terbuka ini dari survei lain yang menggunakan daftar nama atau pasangan calon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *