ArtikelMakassarPendidikan

Tak Sekedar Kenalkan Sekolah, MPLS SDN Baraya II Makassar Ajarkan Anti-Bullying dan Gaya Hidup Sehat

3
IMG 20260715 114056
Oplus_16908288

Makassar, Mediasulsel.id – UPT SPF SD Negeri Baraya II Makassar menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 dengan mengedepankan pendidikan karakter, pengenalan lingkungan sekolah, serta kampanye anti-bullying bagi peserta didik baru.

Pelaksanaan MPLS yang dimulai sejak 13 Juli 2026 itu berlangsung sesuai arahan Kementerian Pendidikan dan Dinas Pendidikan Kota Makassar. Berbagai kegiatan edukatif dan menyenangkan disiapkan agar siswa baru dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah tanpa tekanan.

Ketua Panitia MPLS SD Negeri Baraya II, Saddia Lallo, S.Pd, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan disusun berdasarkan program yang telah ditetapkan sekolah.

“Alhamdulillah, pelaksanaan MPLS berjalan sesuai petunjuk Kepala Sekolah dan Dinas Pendidikan. Kami membuat program kegiatan sejak hari pertama agar anak-anak dapat mengenal lingkungan sekolah dengan baik dan merasa nyaman mengikuti proses belajar,” ujar Saddia, Rabu (15/7/2026).

Ia menjelaskan, hari pertama diawali dengan pembukaan oleh Kepala Sekolah, dilanjutkan pengenalan lingkungan sekolah, pengenalan diri, ice breaking, serta refleksi di masing-masing kelas.

Pada hari kedua, siswa diajak berkeliling mengenal perpustakaan, mengikuti kegiatan membaca nyaring bersama Kepala Sekolah, mendapatkan materi tentang hidup bersih, sehat, dan asri, kemudian diakhiri dengan refleksi.

Sementara pada hari ketiga, peserta didik mengikuti ice breaking, menyanyikan lagu bertema anti-bullying, mewarnai gambar bertema pencegahan perundungan, hingga makan buah bersama sebagai bagian dari pembiasaan hidup sehat.

“Hari ini anak-anak mewarnai gambar bertema anti-bullying dan perundungan, kemudian dilanjutkan makan buah bersama. Setiap siswa membawa satu buah dari rumah, seperti pisang atau apel,” jelasnya.

Tak hanya itu, sekolah juga membiasakan peserta didik membawa bekal makanan dan air minum menggunakan tumbler sebagai bagian dari edukasi peduli lingkungan.

“Kami tidak memperbolehkan siswa membawa minuman kemasan sekali pakai. Anak-anak dibiasakan membawa air minum menggunakan tumbler. Bahkan saat kegiatan membaca nyaring, siswa yang aktif menjawab pertanyaan kami berikan hadiah tumbler agar menjadi motivasi bagi teman-temannya,” katanya.

Menurut Saddia, hingga hari ketiga pelaksanaan MPLS, jumlah peserta didik baru SD Negeri Baraya II mencapai 53 orang, setelah adanya tambahan pendaftar secara langsung.

Ia berharap seluruh proses pembelajaran pada tahun ajaran baru dapat berjalan dengan aman, tertib, dan menyenangkan.

“Harapan kami, proses belajar mengajar dapat berlangsung lancar, aman, tertib, dan seluruh sarana pendukung pembelajaran dapat dimanfaatkan secara maksimal demi kenyamanan anak-anak,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Kepala SD Negeri Baraya II, Dr. Jumriah, S.Pd., M.Pd, menegaskan bahwa MPLS Ramah menjadi momentum penting dalam membantu proses transisi anak dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menuju Sekolah Dasar.

“Melalui tema MPLS Ramah, kami ingin anak-anak menjalani masa transisi dari PAUD ke SD dengan perasaan senang. Mereka tidak langsung dihadapkan pada pembelajaran yang monoton, tetapi terlebih dahulu dikenalkan dengan lingkungan sekolah agar tumbuh rasa nyaman dan percaya diri,” tutur Jumriah.

Ia juga mengajak orang tua untuk berperan aktif mendampingi anak selama masa penyesuaian di sekolah.

“Kami berharap orang tua terus mendampingi dan bersabar dalam membimbing anak-anak di rumah. Kolaborasi antara orang tua, guru, dan sekolah sangat penting agar peserta didik mampu beradaptasi dengan baik dan semangat mengikuti pembelajaran di tahun ajaran baru,” pungkasnya.

Exit mobile version