Makassar, Mediasulsel.id – Polrestabes Makassar masih mendalami penyebab bentrokan antarkelompok yang terjadi di wilayah Tamajene, Kota Makassar. Insiden tersebut mengakibatkan satu unit sepeda motor dibakar dan seorang warga mengalami luka akibat terkena anak panah (busur).
Kanit Jatanras Polrestabes Makassar, AKP Sangkala, S.H., M.H., CPHR, mengatakan hingga kini belum dapat memastikan motif maupun kronologi awal yang memicu tawuran tersebut. Seluruh fakta masih dalam proses penyelidikan.
“Ini masih dalam pendalaman daripada personel kami, apa yang menjadi awal permasalahan sehingga dua kelompok ini terjadi tawuran,” ujar AKP Sangkala kepada wartawan.
Menurutnya, dari hasil penyelidikan sementara, polisi menerima informasi adanya seorang korban yang terkena busur di bagian lengan. Namun identitas pelaku penembakan busur masih terus ditelusuri.
“Masih di dalam informasi hasil penyelidikan anggota, ada salah satu yang terkena busur di bagian lengan. Tapi untuk siapa pelaku, masih dalam pendalaman,” katanya.
Selain korban luka, insiden tersebut juga menyebabkan satu unit sepeda motor hangus terbakar. Polisi belum dapat memastikan apakah kendaraan itu merupakan milik kelompok penyerang atau pihak yang menjadi sasaran penyerangan.
“Masih dalam pendalaman apakah motor ini adalah bagian daripada penyerang atau pihak yang diserang,” jelas AKP Sangkala.
Polisi menduga aksi penyerangan dilakukan oleh sekelompok orang yang datang menggunakan beberapa unit sepeda motor sebelum bentrokan terjadi.
“Diduga yang melakukan penyerangan di sini adalah pelaku-pelaku dengan menggunakan beberapa unit sepeda motor,” ungkapnya.
Saat ini, kendaraan yang terbakar telah diamankan di Polsek setempat sebagai barang bukti. Polisi juga masih menunggu pihak yang merasa memiliki kendaraan tersebut untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Selain sepeda motor, petugas turut mengamankan satu anak panah (busur) yang diduga digunakan dalam aksi tawuran tersebut.
“Ada satu anak panah yang sementara diamankan, yang mengenai pihak korban,” tambahnya.
Guna mencegah kejadian serupa kembali terulang, Polrestabes Makassar bersama Polsek jajaran akan meningkatkan patroli, pengawasan, serta langkah-langkah preventif di lokasi yang dinilai rawan terjadi tawuran.
“Sudah kami komunikasikan dengan Polsek. Kami dari Jatanras akan lebih melakukan pengawasan dan pencegahan. Ke depan kemungkinan akan ada penempatan anggota polisi di lokasi yang dianggap rawan,” tutup AKP Sangkala.
