Makassar

Warga Makassar Keluhkan Pembakaran Sampah Berulang, Dua Kali Lapor Lontara+ tapi Tak Kunjung Ditindak

4
×

Warga Makassar Keluhkan Pembakaran Sampah Berulang, Dua Kali Lapor Lontara+ tapi Tak Kunjung Ditindak

Sebarkan artikel ini
Screenshot2026 07 2018321
Tangkapan layar video yang beredar di Instagram memperlihatkan kepulan asap diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah di salah satu wilayah Kota Makassar, Senin (20/7/2026)./Instagram

mediasulsel.id – MAKASSAR – Warga Kota Makassar kembali mengeluhkan aktivitas pembakaran sampah skala besar yang diduga terjadi di salah satu kawasan permukiman. Meski telah dua kali dilaporkan melalui aplikasi pengaduan Lontara+, warga mengaku belum melihat adanya penanganan yang efektif dari pihak terkait.

Keluhan tersebut kembali mencuat setelah beredarnya sebuah video di media sosial Instagram pada Senin (20/7/2026). Dalam video itu tampak kepulan asap hitam membumbung tinggi dari lokasi yang diduga menjadi tempat pembakaran sampah.

Asap pekat terlihat menyelimuti area sekitar dan disebut mengganggu kenyamanan warga. Mereka khawatir aktivitas pembakaran yang terus berulang dapat berdampak terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan.

Berdasarkan keterangan warga, laporan pertama terkait aktivitas tersebut telah disampaikan melalui aplikasi Lontara+ pada 6 Februari 2026. Namun, karena tidak ada perubahan di lapangan, warga kembali mengirimkan aduan pada 14 Juli 2026.

Ironisnya, kurang dari sepekan setelah laporan kedua disampaikan, pembakaran sampah kembali terjadi pada 20 Juli 2026.

“Kami sudah dua kali melapor melalui jalur resmi, tetapi pembakaran masih terus terjadi. Harapannya ada tindakan nyata agar persoalan ini tidak terus berulang,” ujar salah seorang warga.

Warga menilai pembakaran sampah secara terbuka berpotensi menimbulkan pencemaran udara karena menghasilkan asap pekat yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.

Selain mempertanyakan tindak lanjut atas laporan yang telah disampaikan, warga juga menyoroti efektivitas aplikasi Lontara+ sebagai kanal pengaduan masyarakat. Menurut mereka, laporan yang masuk seharusnya segera ditindaklanjuti agar persoalan di lapangan tidak berlarut-larut.

Masyarakat juga berharap pemerintah setempat, termasuk pihak kelurahan dan instansi terkait, dapat meningkatkan pengawasan serta mengambil langkah tegas untuk menghentikan praktik pembakaran sampah yang terus berulang.

Pembakaran sampah secara terbuka diketahui dapat menghasilkan berbagai zat pencemar yang berdampak pada kualitas udara. Karena itu, warga meminta adanya solusi pengelolaan sampah yang lebih baik agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *