mediasulsel.id, Jakarta, Jumat, 23/10/2026 — Sebanyak 18 dari 20 rumah sakit umum daerah yang ditargetkan naik kelas dari tipe D menjadi tipe C telah memasuki tahap pembangunan pada 2026.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan peningkatan kelas tersebut ditujukan untuk memperluas layanan rujukan berkualitas di daerah yang masih memiliki keterbatasan akses.
Rumah sakit yang dibangun akan dilengkapi alat kesehatan modern dan dokter spesialis agar masyarakat tidak selalu harus dirujuk ke kota besar.
Perkuat layanan penyakit prioritas
Program ini menjadi bagian dari peningkatan kualitas 66 rumah sakit di kabupaten dan kota yang dijalankan secara bertahap pada periode 2025 sampai 2026.
Sasaran program mencakup RSUD tipe D dan D Pratama di daerah terpencil, perbatasan, kepulauan, serta wilayah yang membutuhkan penguatan layanan rujukan.
Kementerian Kesehatan menyiapkan penguatan bangunan, sarana, alat kesehatan, dan sumber daya manusia untuk mendukung kenaikan kelas rumah sakit.
Peralatan yang disiapkan antara lain CT scan, cathlab, mammografi, dan ultrasonografi.
Pemenuhan tenaga kesehatan juga diarahkan pada tujuh dokter spesialis dasar serta tambahan kompetensi di bidang jantung dan saraf.
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan Azhar Jaya menjelaskan rumah sakit daerah didorong memiliki kemampuan menangani kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi pada tingkat madya.
Pembangunan dilakukan bertahap
Pemerintah membagi pembangunan dan peningkatan kualitas rumah sakit ke dalam enam kelompok pelaksanaan.
Pada 2026, pemerintah memperoleh persetujuan anggaran untuk menambah pembangunan 20 rumah sakit setelah tahap sebelumnya dijalankan di 22 lokasi.
RSUD yang masuk program tahun ini tersebar di Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Maluku, Nusa Tenggara Timur, dan wilayah kepulauan lainnya.
Beberapa lokasi program meliputi RSUD Maba di Halmahera Timur, RSUD Bengkulu Tengah, RSUD Pongtiku di Toraja Utara, dan RSUD Tarempa di Kepulauan Anambas.
Kementerian Kesehatan menargetkan kenaikan kemampuan rumah sakit daerah dapat mengurangi kesenjangan layanan dan mempercepat penanganan pasien penyakit berat.
