PemprovPeristiwaSulsel

Operator SPBU Jalan Ujung Pingsan Saat Layani Antrean BBM Makassar

1
×

Operator SPBU Jalan Ujung Pingsan Saat Layani Antrean BBM Makassar

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2026 09 12 at 03.29.02 1
Operator SPBU Jalan Ujung, Makassar, mendapat penanganan setelah pingsan usai melayani konsumen, Sabtu, 12 September 2026 menjelang Magrib. Foto dokumentasi.

mediasulsel.id, Makassar, Sabtu, 12/09/2026 — Antrean BBM Makassar belum sepenuhnya terurai setelah seorang operator SPBU di Jalan Ujung dilaporkan pingsan saat melayani konsumen pada Sabtu, 12 September 2026 menjelang Magrib, di tengah kepadatan kendaraan yang terus terjadi dalam sepekan terakhir.

Operator tersebut disebut mengalami kelelahan setelah melayani konsumen yang mengantre untuk mendapatkan bahan bakar minyak.

Peristiwa itu menambah gambaran tekanan pelayanan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU di Makassar saat permintaan BBM meningkat.

Di sisi lain, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyatakan hasil koordinasi dengan Pertamina menunjukkan stok BBM masih tersedia di SPBU.

Operator SPBU Jalan Ujung Pingsan, Antrean Belum Terurai

Operator SPBU Jalan Ujung dilaporkan sempat tidak sadarkan diri ketika melayani antrean konsumen pada Sabtu menjelang Magrib.

Ia disebut mengalami kelelahan setelah aktivitas pelayanan meningkat akibat banyaknya kendaraan yang masuk ke area pengisian.

Belum ada keterangan medis lebih lanjut mengenai kondisi operator tersebut.

Namun, kejadian pada Sabtu, 12 September 2026 itu menunjukkan bahwa antrean BBM tidak hanya berdampak pada pengendara, tetapi juga menambah beban pelayanan petugas SPBU.

Antrean kendaraan dalam beberapa hari terakhir muncul di sejumlah titik di Makassar.

Kondisi serupa juga terjadi di SPBU Jalan Andalas yang sebelumnya masuk dalam daftar SPBU yang diarahkan Pertamina beroperasi selama 24 jam.

Meski jam pelayanan diperpanjang, SPBU Jalan Andalas dilaporkan sempat kehabisan stok sehingga sebagian pengendara bergeser mencari bahan bakar ke SPBU lain di sekitarnya.

Perpindahan kendaraan tersebut kemudian memicu kepadatan baru di sejumlah lokasi.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi sebelumnya menyebut perluasan jam operasional dilakukan untuk memberi masyarakat lebih banyak pilihan waktu mengisi BBM sekaligus mengurangi penumpukan kendaraan.

Mediasulsel.id sebelumnya melaporkan 25 SPBU di Makassar diarahkan beroperasi 24 jam sebagai bagian dari upaya Pertamina mengurai antrean.

Namun, kondisi di lapangan menunjukkan kepadatan kendaraan masih terjadi di sejumlah SPBU.

Situasi ini membuat kelancaran distribusi dan ketersediaan stok di tingkat SPBU menjadi perhatian karena pelayanan 24 jam tetap bergantung pada pasokan bahan bakar yang tersedia.

Andi Sudirman Sebut Stok Ada, Pengawasan BBM Diperketat

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan hasil koordinasi dengan Pertamina menunjukkan stok BBM masih tersedia.

Ia juga menyebut terdapat SPBU yang tetap memberikan pelayanan selama 24 jam.

“Stok ada di SPBU kita, termasuk 24 jam terbuka, dan memang ada peningkatan permintaan untuk yang bersubsidi,” kata Andi Sudirman dalam keterangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Menurutnya, peningkatan permintaan BBM bersubsidi menjadi salah satu faktor yang memicu kepadatan kendaraan di SPBU.

Masyarakat diminta tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena kondisi tersebut dapat memperpanjang antrean dan menyulitkan warga yang benar-benar membutuhkan BBM untuk aktivitas sehari-hari.

Andi Sudirman juga meminta pemilik kendaraan dan pengemudi mematuhi ketentuan penyaluran BBM bersubsidi.

“Kami mohon kepada pemilik kendaraan, termasuk sopir dan kendaraan sendiri, kita akan perketat ke depan. Saya mohon kerja samanya karena banyak masyarakat yang sedang mengantre dan memang betul-betul butuh,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sebelumnya menemukan indikasi pengisian BBM secara berulang serta dugaan penggunaan tangki kendaraan yang telah dimodifikasi.

Pengawasan terhadap kendaraan yang dicurigai melakukan pelanggaran pun akan diperketat.

“Kita akan perketat ke depan, termasuk pemeriksaan sampai pencabutan izin dan pemblokiran nomor polisi kendaraan tersebut,” tegas Andi Sudirman.

Pemprov Sulsel telah membentuk satuan tugas bersama untuk memperkuat pengawasan penyaluran BBM bersubsidi.

Pengawasan melibatkan pemerintah daerah, Pertamina, dan aparat kepolisian.

Dalam laporan mediasulsel.id sebelumnya mengenai antrean BBM dan pembentukan Satgas di Sulawesi Selatan, pemerintah menegaskan penyaluran BBM bersubsidi harus benar-benar diterima masyarakat yang berhak.

Di tengah pernyataan bahwa stok masih tersedia, kejadian operator SPBU Jalan Ujung yang pingsan menjelang Magrib pada Sabtu, 12 September 2026 dan laporan kehabisan stok di SPBU Jalan Andalas menunjukkan bahwa persoalan pelayanan belum sepenuhnya selesai.

Kelancaran pasokan ke setiap SPBU, kapasitas operator, jumlah nozzle yang berfungsi, serta pengawasan terhadap pembelian berulang menjadi bagian yang perlu ditangani secara bersamaan agar antrean tidak terus berpindah dari satu SPBU ke SPBU lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *