mediasulsel.id, Makassar, Jumat, 06/11/2026 — Mastur Halil membenahi lapangan olahraga dan menggerakkan kegiatan bersama untuk mempererat hubungan sekitar 200 kepala keluarga (KK) di RW 013, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.
Ketua rukun warga (RW) yang juga aparatur sipil negara (ASN) tersebut menjadikan fasilitas olahraga, kerja bakti, dan kegiatan keagamaan sebagai ruang pertemuan warga Kompleks Perumahan Tanjung Aliya Regency.
Dalam keterangannya pada Kamis, 5 November 2026, Mastur menyampaikan bahwa kegiatan sederhana yang berlangsung rutin dapat membantu menjaga partisipasi dan kekompakan masyarakat.
Mastur Halil Bangun Kebersamaan lewat Kegiatan Warga
Mastur mengemban tanggung jawab sebagai Ketua RW 013 setelah mendapat dorongan masyarakat untuk mengisi kekosongan kepemimpinan lingkungan.
Posisi itu sebelumnya ditinggalkan ketua definitif hasil pemilihan November 2025 yang mengundurkan diri.
“Warga mendorong dan mempercayakan kami pada amanah tersebut,” kata Mastur Halil, Ketua RW 013 Kelurahan Barombong, kepada awak media, Kamis (05/11/2026).
Pembenahan lapangan menjadi salah satu langkah awalnya dengan membersihkan area, memperbarui pengecatan, serta memperbaiki sejumlah fasilitas pendukung.
Setelah ditata, lapangan kembali dimanfaatkan warga secara rutin untuk bermain bulu tangkis.
Mastur ingin pengembangan fasilitas tersebut dilakukan secara bertahap agar manfaatnya bagi warga semakin luas.
“Ke depan kami punya rencana pengembangan lapangannya, lebih besar nanti, tapi kami kembangkan bertahap,” ujarnya.
Di bidang kebersihan, ia menggerakkan kerja bakti setiap Minggu untuk membersihkan jalan dari semak liar serta mengangkat sedimen dan sampah yang menyumbat drainase.
Menurut Mastur, warga berpartisipasi secara sukarela, baik dengan ikut bekerja maupun menyediakan konsumsi bagi peserta.
“Karena tidak ada paksaan untuk hadir, jadi ada juga yang menyumbang air minum,” katanya.
Sebagai bagian dari pengurus yayasan masjid di kompleks tersebut, Mastur juga menginisiasi kegiatan hari besar keagamaan, termasuk Maulid Nabi Muhammad saw.
Ia menyebut kegiatan itu memberi kesempatan kepada warga untuk berkumpul, saling mengenal, dan menjaga hubungan antaranggota masyarakat.
Program taman kanak-kanak Al-Qur’an dan taman pendidikan Al-Qur’an (TK-TPA) turut menjadi penghubung komunikasi dengan orang tua murid.
Perhatian terhadap hubungan warga juga ia terapkan dalam komunikasi melalui grup WhatsApp lingkungan.
Ketika percakapan mulai memanas, Mastur berupaya menghentikan sementara pembahasan untuk meredakan ketegangan dan mencegah perselisihan meluas.
Ia mewaspadai kesalahpahaman atas pesan digital yang dapat mengganggu hubungan antarwarga.
“Sampai sejauh ini, masih aman di wilayah kami,” ujarnya.
Usulan Akses Jalan dan Pintu Air untuk Lingkungan
Di luar kegiatan sosial, Mastur menaruh perhatian pada akses masuk perumahan yang berada di samping Jembatan Barombong.
Menurutnya, pergerakan kendaraan yang masuk dan keluar kawasan tersebut kerap memengaruhi kelancaran arus lalu lintas.
Ia mengusulkan penataan akses jalan, termasuk penambahan ruang pada bagian median, agar kendaraan memiliki ruang gerak lebih leluasa.
“Kalau median jalannya ditambah, akan lebih luas ruang kendaraan yang masuk maupun keluar,” katanya.
Mastur juga berencana mengusulkan pintu air untuk mengantisipasi potensi banjir yang ia kaitkan dengan luapan Sungai Jeneberang dan kondisi pasang laut.
“Kalau air laut pasang, biasa juga naik ke wilayah kami,” ujarnya.
Rencana pintu air itu akan terlebih dahulu dikoordinasikan dengan kelurahan dan instansi terkait.
Penataan jalan dan pintu air tersebut masih berupa usulan serta rencana tindak lanjut yang disampaikan Mastur.
Latar Pendidikan dan Karier
Ir. Mastur Halil lahir di Bulukumba pada 17 Februari 1976 dan tinggal di Perumahan Tanjung Aliya Regency.
Ia menempuh pendidikan sarjana dan magister Teknik Sipil di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.
Pendidikan sebelumnya dijalani di SD 177 Ulekko, MTsN Bontontangnga, dan SMA Wahyu Makassar.
Dalam riwayat pekerjaannya, Mastur tercatat sebagai ASN di Jeneponto pada 2011–2021 sebelum melanjutkan pengabdian di Pemerintah Kota Makassar sejak 2021.
Saat ini, ia bekerja pada Bidang Drainase Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar dan memiliki hobi olahraga.
Mastur berharap pembenahan lingkungan berjalan seiring dengan terjaganya kekompakan, kerukunan, keamanan, dan kenyamanan warga.
“Bersama-sama kita maju, itu harapan saya,” katanya.

















