MEDIASULSEL.ID, MAKASSAR — Antrean panjang kendaraan kembali terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kawasan Barombong, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Minggu (13/9/2026).
Pantauan mediasulsel.id, sejumlah pengendara sudah berada di lokasi sejak subuh. Bahkan, beberapa warga mengaku mulai mengantre sejak dini hari demi mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).
Antrean kendaraan terus memanjang hingga keluar dari area SPBU dan mencapai jalan raya. Kondisi tersebut membuat arus kendaraan di sekitar kawasan Barombong ikut tersendat.
Warga yang mengantre didominasi pengendara sepeda motor dan mobil pribadi. Mereka harus menunggu berjam-jam sebelum mendapat giliran mengisi BBM.
Kepadatan antrean menjadi perhatian karena SPBU di kawasan Barombong menjadi salah satu titik utama yang digunakan warga sekitar untuk memperoleh BBM.
Di sisi lain, kawasan Barombong terus berkembang sebagai wilayah permukiman di bagian selatan Kota Makassar. Mobilitas masyarakat yang semakin tinggi membuat kebutuhan terhadap layanan BBM ikut meningkat.
Data yang dimuat dalam Wikipedia Kelurahan Barombong mencatat jumlah penduduk Kelurahan Barombong mencapai sekitar 13.370 jiwa pada 2019, dengan luas wilayah sekitar 1,54 kilometer persegi.
Jumlah tersebut belum menggambarkan perkembangan penduduk terkini. Namun, pertumbuhan kawasan permukiman dan aktivitas masyarakat di Barombong membuat kapasitas pelayanan fasilitas publik, termasuk SPBU, menjadi semakin penting.
Warga Lokal Ikut Antre Sejak Subuh
Tak hanya pengendara yang melintas, warga lokal Barombong juga terlihat ikut mengantre sejak pagi buta.
Sebagian warga memilih datang lebih awal karena khawatir antrean semakin panjang pada pagi hingga siang hari.
Situasi di Barombong menambah daftar titik antrean BBM yang terjadi di Kota Makassar dalam beberapa hari terakhir.
Sebelumnya, antrean kendaraan juga terjadi di sejumlah SPBU di Makassar, bahkan pada beberapa titik kendaraan mengular hingga ke badan jalan dan mengganggu arus lalu lintas.
Baca juga: Antrean BBM di Makassar Mengular 7 Kilometer, Pertamina Klaim Stok Masih Aman
Appi Minta Pelayanan SPBU Dievaluasi
Sebelumnya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin atau Appi menilai penyelesaian persoalan antrean BBM tidak cukup hanya berbicara mengenai ketersediaan pasokan.
Menurut Appi, pola pelayanan dan kapasitas masing-masing SPBU juga perlu dievaluasi agar waktu tunggu masyarakat dapat dipangkas.
“Kalau ada jumlah nozzle, ya dioptimalkan semuanya. Jangan sampai tidak berfungsi. Ini bisa menambah antrean panjang,” ujar Appi.
Menurutnya, seluruh fasilitas pengisian yang tersedia harus dimanfaatkan secara maksimal, terutama ketika kebutuhan masyarakat meningkat dan antrean terjadi di berbagai titik.
Selain jumlah nozzle yang beroperasi, mantan CEO PSM Makassar tersebut juga menyoroti lamanya proses pelayanan di sejumlah SPBU yang dinilai ikut memperpanjang waktu antrean.
“Kalau prosesnya terlalu lama, tentu antrean semakin panjang. Ini yang perlu dicarikan solusi agar pelayanan bisa dipercepat,” tegasnya.
Appi menekankan percepatan pelayanan bukan berarti mengabaikan aturan.
Pertamina bersama pengelola SPBU diminta mencari pola pelayanan yang tetap memenuhi ketentuan, namun lebih efektif sehingga kendaraan tidak terlalu lama berada di jalur pengisian.
Antrean BBM Dinilai Ganggu Aktivitas Warga
Appi juga meminta persoalan antrean BBM segera ditangani secara bersama-sama.
Menurutnya, Pemerintah Kota Makassar tidak ingin masyarakat menjadi pihak yang dirugikan akibat persoalan pelayanan maupun distribusi BBM.
“Ini menyangkut kebutuhan masyarakat, kebutuhan dan aktivitas terganggu hanya karena ngantre di SPBU,” tuturnya.
Antrean panjang BBM tidak hanya menyulitkan masyarakat yang hendak mengisi bahan bakar.
Kondisi tersebut juga berpotensi mengganggu mobilitas warga, aktivitas ekonomi, pelayanan publik hingga memicu kemacetan ketika antrean kendaraan meluber ke badan jalan.
Karena itu, Appi meminta setiap SPBU mengoptimalkan kapasitas pelayanan selama kepadatan masih terjadi.
Penambahan petugas juga dinilai penting apabila keterbatasan operator menjadi penyebab tidak seluruh nozzle dapat difungsikan.
“Saya ikut berempati dengan apa yang dirasakan masyarakat. Kita akan mencari solusi dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat, serta pemilik SPBU,” katanya.
Kondisi antrean di SPBU Barombong pada Minggu pagi menunjukkan persoalan pelayanan BBM masih menjadi pekerjaan yang harus segera ditangani.
Warga berharap distribusi dan pelayanan dapat kembali normal sehingga mereka tidak perlu menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan bahan bakar.
















