mediasulsel.id – Gowa – Kebakaran hebat melanda kantor sekaligus gudang penyimpanan produk Yakult di Jalan Poros Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Sabtu (15/8/2026) malam. Kobaran api yang membesar membuat warga sekitar panik.
Dari video amatir yang beredar, api terlihat melahap hampir seluruh bagian bangunan. Warga kesulitan melakukan pemadaman awal karena kondisi gudang sedang terkunci.
Di tengah kepanikan, warga bergotong royong menyelamatkan sejumlah mobil yang terparkir di sekitar gudang. Kendaraan tersebut diangkat dan dipindahkan secara manual agar tidak ikut terbakar.
Puluhan Armada Damkar Dikerahkan
Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Gowa mengerahkan puluhan armada ke lokasi. Proses pemadaman turut dibantu personel Damkar Kota Makassar.
Upaya petugas sempat terkendala banyaknya warga yang berkerumun di sekitar lokasi. Kondisi tersebut membuat ruang gerak mobil pemadam menjadi terbatas.
Setelah berjibaku selama kurang lebih satu jam, petugas akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan api. Bangunan kantor dan gudang mengalami kerusakan berat akibat kebakaran tersebut.
Meski demikian, sejumlah dokumen penting perusahaan yang disimpan di dalam brankas besi dilaporkan berhasil diselamatkan.
Gudang Dalam Keadaan Kosong
Rayon Koordinator sekaligus Wakil Kepala Cabang setempat, Made Putra, mengatakan gudang sedang dalam keadaan kosong ketika kebakaran terjadi.
“Kerugian materi belum bisa dihitung karena masih dalam proses inventarisasi dan pendataan. Saat kejadian, gudang memang sedang tidak ada yang menjaga,” kata Made Putra.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, jumlah kerugian material masih dalam proses pendataan pihak perusahaan.
Api Diduga Berasal dari Belakang Gudang
Berdasarkan informasi sementara, api diduga pertama kali muncul dari bagian belakang gudang sekitar pukul 22.00 WITA. Penyebab pasti kebakaran belum diketahui.
Polisi bersama tim pemadam kebakaran masih melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah kebakaran disebabkan korsleting listrik atau faktor lainnya.
Petugas juga melakukan pemeriksaan di lokasi untuk memastikan tidak ada sisa bara yang dapat memicu kebakaran susulan.
Warga diminta tidak mendekati bangunan yang terbakar karena kondisi strukturnya mengalami kerusakan dan dikhawatirkan rawan ambruk.
















