,

Banjir Makassar Mulai Terkendali, Munafri: Pengungsi Tinggal 50 KK

oleh -26 Dilihat
oleh
Screenshot2026 01 1221540
Makassar Siaga Cuaca Ekstrem, Appi: Warga Waspada Banjir-Longsor hingga Februari

mediasulsel.id – MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar mengklaim dampak banjir tahunan di sejumlah titik mulai menurun. Dari wilayah yang selama ini disebut kerap terdampak, Pemkot mencatat kali ini hanya satu kawasan yang sempat melakukan pengungsian dan itu pun berlangsung singkat.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan kondisi tersebut menunjukkan penanganan banjir mulai membaik, meski Makassar masih berada dalam periode cuaca ekstrem. Munafri menyampaikan hal itu saat siaran pagi Jurnal Nusantara Kompas TV, Rabu (14/1/2026), dari Rumah Jabatan Wali Kota Makassar.

banner DPRD Makassar 728x90

“Dari lima posko pengungsian yang sempat dibuka, saat ini tersisa dua posko dengan sekitar 50 kepala keluarga. Ini menandakan situasi sudah jauh lebih terkendali dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” kata Munafri.

Wilayah Cekungan dan Bantaran Sungai Masih Rawan

Munafri menjelaskan, banjir di Makassar berkaitan erat dengan faktor geografis. Sejumlah kawasan rawan genangan berada di daerah cekungan serta bantaran sungai, sehingga air mudah tertahan saat curah hujan tinggi.

Kondisi itu, menurut Munafri, ikut dipengaruhi hujan ekstrem. Ia menyebut informasi dari BMKG menyatakan cuaca ekstrem diperkirakan masih berlanjut hingga akhir Februari.

Warga Mengungsi karena Sanitasi Terganggu

Munafri menekankan, pemicu warga mengungsi tidak selalu karena air yang tinggi. Ia menyebut masalah utama sering terjadi saat sistem sanitasi rumah tangga terganggu.

Terendamnya toilet dan saluran pembuangan membuat sebagian warga memilih keluar rumah untuk sementara. Pemkot, kata Munafri, menyiapkan langkah teknis berbasis kajian agar genangan tidak berulang.

Pemkot Gandeng Kampus Kaji Alur Air

Munafri menyebut Pemkot Makassar sedang melakukan kajian bersama sejumlah universitas. Koordinasi juga dilakukan dengan balai yang menangani sungai di Makassar.

“Kita melakukan kajian bersama sejumlah universitas dan berkoordinasi dengan balai yang menangani sungai di Makassar, untuk menentukan alur air yang tepat dan mengurangi genangan berulang,” jelasnya.

Status Siaga dan Antisipasi Dampak Lanjutan

Di tengah cuaca ekstrem, Pemkot meningkatkan kesiapsiagaan. Munafri mengatakan perangkat daerah terkait seperti BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PU, hingga Dinas Sosial disiagakan untuk respons cepat, termasuk penyediaan shelter, logistik, dan kebutuhan dasar warga.

Munafri juga mengimbau warga tetap waspada terhadap dampak lanjutan seperti angin kencang, pohon tumbang, serta gelombang tinggi di wilayah pesisir.

“Keselamatan warga menjadi prioritas. Pemerintah memastikan seluruh sumber daya siap digunakan jika terjadi kondisi darurat,” tegasnya.

Munafri berharap kajian ilmiah yang dilakukan bisa segera menghasilkan solusi untuk memperbaiki sistem drainase dan tata kelola air, terutama di titik-titik rawan banjir tahunan di Makassar. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.