mediasulsel.id, Makassar, Kamis, 16/07/2026 — Bappeda Kota Makassar menjadikan realisasi pendapatan daerah 2025 sebesar Rp4,77 triliun dan belanja Rp4,30 triliun sebagai bahan evaluasi capaian program pembangunan serta penyusunan kebijakan tahun berikutnya.
Bappeda Makassar Evaluasi Kesesuaian Anggaran dan Program
Data keuangan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Makassar mengenai Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 pada Rabu, 15/07/2026.
Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham mengikuti rapat secara daring bersama Sekretaris Daerah, Inspektorat, BPKAD, dan Bappeda Kota Makassar.
Pendapatan daerah terealisasi 98,87 persen dari target Rp4,83 triliun, sedangkan belanja mencapai 85,10 persen dari anggaran yang ditetapkan.
Bagi Bappeda, angka tersebut penting untuk membandingkan rencana dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah dengan pelaksanaan program, indikator kinerja, serta manfaat yang diterima masyarakat.
Pendapatan asli daerah tercatat sekitar Rp1,94 triliun, sementara pendapatan transfer mencapai Rp2,77 triliun.
“Capaian tersebut menunjukkan kondisi keuangan daerah yang tetap terjaga dan dikelola secara akuntabel,” kata Aliyah Mustika Ilham.
Hasil Evaluasi Menjadi Bahan Perubahan RKPD
Bappeda dapat menggunakan laporan realisasi untuk mengidentifikasi program yang berjalan sesuai target, kegiatan yang terlambat, serta kebutuhan penyesuaian pendanaan pada Perubahan RKPD 2026.
Laporan operasional mencatat pendapatan Rp6,18 triliun dan beban Rp4,38 triliun dengan surplus Rp1,74 triliun.
Kas akhir tahun tercatat Rp700,02 miliar, sedangkan aset daerah mencapai Rp35,82 triliun dan ekuitas Rp35,69 triliun.
Pemkot Makassar juga mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan atas laporan keuangan 2025.
Bappeda selanjutnya perlu memastikan hasil pembahasan DPRD diterjemahkan menjadi perbaikan target, sinkronisasi program perangkat daerah, dan penguatan pengendalian pembangunan.
Langkah tersebut diperlukan agar evaluasi APBD tidak berhenti pada laporan keuangan, tetapi menjadi dasar perencanaan yang lebih terukur dan tepat sasaran.













