Camat Bontoala Hadiri Tausyiah di Rumah Duka Wartawan, Jadi Bentuk Kepedulian Pemerintah Kota Makassar

oleh -2 Dilihat
IMG 20260611 202724
Oplus_16908322

Makassar, Mediasulsel.id – Camat Bontoala, Fatahullah, menghadiri kegiatan tausyiah dan ceramah agama di rumah duka anak salah satu wartawan media online di Kota Makassar, yang beralamat di Jalan Masjid Raya Lorong 108 (Lorong Kambing), Kecamatan Bontoala, Kamis (11/6/2026) malam.

Kehadiran orang nomor satu di Kecamatan Bontoala tersebut merupakan bentuk kepedulian dan empati pemerintah kepada keluarga yang tengah berduka atas wafatnya sang anak.

Dalam kesempatan itu, Fatahullah mengikuti rangkaian doa bersama dan tausyiah yang digelar untuk memberikan penguatan spiritual kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Kami atas nama Pemerintah Kecamatan Bontoala menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya ananda. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran, serta kekuatan menghadapi musibah ini,” ujar Fatahullah.

Menurutnya, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah merupakan bagian dari bentuk perhatian dan kebersamaan.

“Semoga keluarga senantiasa diberikan keikhlasan dan kekuatan. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan almarhum agar segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT,” tambahnya.

Suasana haru tampak menyelimuti rumah duka. Sejumlah kerabat, tokoh masyarakat, tetangga, dan rekan-rekan wartawan turut hadir untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga almarhum.

Ditempat yang sama, Imran Arda salah keluarga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kehadiran Camat Bontoala beserta seluruh pihak yang telah meluangkan waktu untuk datang dan mendoakan almarhum.

“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kehadiran Bapak Camat Bontoala serta seluruh keluarga, sahabat, dan rekan-rekan yang telah memberikan doa dan dukungan kepada kami. Semoga segala kebaikan dibalas oleh Allah SWT,” ungkap pihak keluarga.

Kegiatan tausyiah dan doa bersama berlangsung dengan khidmat dan penuh kekhusyukan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum sekaligus memberikan penguatan bagi keluarga yang sedang berduka.