mediasulsel.id, Jakarta, Jumat, 23/10/2026 — Program Cek Kesehatan Gratis telah menjangkau 109 juta warga dari target 130 juta peserta sepanjang 2026.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan jumlah warga yang telah mendaftar mencapai 116 juta orang.
Dari pemeriksaan tersebut, pemerintah mendeteksi sekitar 8,3 juta kasus hipertensi dan diabetes dengan 907 ribu orang mulai memperoleh pengobatan.
Pengobatan masih perlu diperluas
Budi menjelaskan sebanyak 755 ribu penderita hipertensi telah menerima obat yang harus diminum secara rutin.
Jumlah tersebut baru sekitar 11 persen dari tujuh juta kasus hipertensi yang ditemukan dalam pemeriksaan sebelumnya.
Kementerian Kesehatan menargetkan 80 persen warga yang terdeteksi sakit mendapat pengobatan dan 80 persen pasien yang diobati mengalami perbaikan kesehatan.
Program pada tahun ini tidak hanya berfokus pada skrining, tetapi mulai memperluas tindak lanjut bagi peserta yang membutuhkan perawatan.
Pemerintah sedang menghimpun data lanjutan untuk mengukur perubahan kondisi kesehatan pasien setelah menerima obat.
Pemeriksaan diprioritaskan pada tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan obesitas karena berkaitan erat dengan penyakit jantung, pembuluh darah, dan stroke.
Masalah gigi hingga diabetes terdeteksi
Hasil pemeriksaan menemukan karies gigi pada 32,5 persen peserta dan obesitas pada 18,2 persen peserta.
Temuan lain meliputi prehipertensi 9,9 persen, hipertensi 9,7 persen, prediabetes 4,5 persen, dan diabetes 2,2 persen.
Kementerian Kesehatan juga mencatat gangguan kadar lemak darah atau dislipidemia sebagai salah satu masalah yang perlu mendapat perhatian.
Program CKG dirancang sebagai pintu masuk deteksi dini sekaligus tindak lanjut agar penyakit dapat ditangani sebelum berkembang menjadi lebih berat.
Pemerintah menargetkan perluasan pemeriksaan dan pengobatan dapat membantu meningkatkan usia harapan hidup masyarakat dari 72 tahun menjadi 76 tahun.
