Mediasulsel.id, Makassar — Dugaan adanya pihak yang membekingi operasional “Kios Devi” di Jalan Kumala, Kota Makassar, semakin kuat. Seorang pria yang menghubungi awak media bukan hanya mengaku berasal dari media, tetapi juga mengklaim dirinya sebagai penanggung jawab di lokasi yang tengah disorot terkait dugaan aktivitas hiburan malam.
Bukannya memberikan klarifikasi resmi, pria tersebut justru menyerang pemberitaan dan menuding berita yang tayang sebagai “palsu” tanpa mampu menunjukkan data maupun fakta pembanding.
Dalam percakapan WhatsApp, pria itu awalnya mempertanyakan identitas wartawan.
“Ie ini dari media apa,” tulisnya.
Tak lama kemudian ia mengaku berasal dari media.
“Dari media MCS,” katanya.

Namun di percakapan yang sama, ia juga mengklaim sebagai penanggung jawab “Kios Devi”.
“Kebetulan sy di sana penanggung jawabnya,” ucapnya.
Pernyataan itu memicu sorotan keras publik karena pria tersebut dinilai memiliki konflik kepentingan. Membawa nama media, namun di saat bersamaan diduga ikut membekingi lokasi yang sedang menjadi sorotan masyarakat.
Saat diminta bertemu untuk konfirmasi langsung, pria tersebut justru mengirim ulang tautan berita sambil menyerang isi pemberitaan.
“Ini pemberitaan palsu tdk sesuai dgn fakta yang ada,” tegasnya.
Ironisnya, hingga kini pria tersebut tidak mampu menjelaskan bagian mana dari berita yang dianggap palsu. Tidak ada klarifikasi resmi, data pendukung, maupun hak jawab terbuka yang diberikan kepada media.
Sikap itu dinilai sebagai bentuk tekanan terhadap kerja jurnalistik sekaligus memunculkan dugaan adanya upaya melindungi operasional “Kios Devi” dari sorotan publik.
Sebelumnya, “Kios Devi” menjadi perhatian warga karena diduga beroperasi sebagai hiburan malam di kawasan yang disebut dekat tempat ibadah dan sarana pendidikan. Warga mendesak Pemerintah Kota Makassar, Satpol PP, dan aparat penegak hukum segera turun melakukan pemeriksaan menyeluruh terkait izin operasional dan dugaan pelanggaran aturan yang berlaku.
“Kalau memang legal, buka saja semua izinnya. Jangan malah menyerang wartawan,” tegas salah seorang warga.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola “Kios Devi” belum memberikan klarifikasi resmi terkait berbagai dugaan yang berkembang.









