mediasulsel.id, Makassar, Jumat, 25/09/2026 — DLH Kota Makassar melibatkan ahli arborikultur untuk mengkaji penanganan pohon pada penataan pedestrian Jalan Kajaolalido–Thamrin.
Karakter pohon menjadi dasar kajian
Kajian memperhatikan karakter pertumbuhan, kondisi akar, ruang tumbuh, serta keamanan di sekitar jalur pejalan kaki.
Ahli yang memberikan penjelasan, Rully Wijaya, mengatakan penanganan pohon perlu mengikuti sifat pertumbuhannya.
“Ketapang kencana itu pohon yang akarnya ekspansif,” kata Rully, Jumat, 25/09/2026, dikutip dari Jelajah.
Penjelasan tersebut menunjukkan pentingnya memahami hubungan antara akar dan infrastruktur di sekitar pohon.
Pelibatan ahli oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar diarahkan untuk menentukan penanganan yang sesuai.
Penataan menjaga ruang tumbuh
Penataan pedestrian tidak hanya berkaitan dengan permukaan jalan dan fasilitas pejalan kaki.
Vegetasi juga memerlukan perhatian agar pohon dapat tumbuh dengan ruang yang memadai.
Pilihan perawatan atau penanganan perlu mempertimbangkan kondisi setiap pohon.
DLH mengambil peran pada aspek lingkungan dan vegetasi dalam pembenahan kawasan tersebut.
Keterangan kajian ini belum berarti seluruh tindakan terhadap pohon sudah dilaksanakan.
Hasil penanganan tetap perlu mengikuti pemeriksaan dan kebutuhan teknis di lapangan agar jalur pedestrian aman serta tetap teduh.
[Kajian pohon memperhatikan akar, ruang tumbuh, dan infrastruktur.]















