Fenomena El Nino Godzilla: BBMKG Ungkap Penyebab Hujan di Makassar, BPBD Siapkan Antisipasi Kekeringan

oleh -5 Dilihat
oleh
Fenomena El Nino Godzilla: BBMKG Ungkap Penyebab Hujan di Makassar, BPBD Siapkan Antisipasi Kekeringan
Fenomena El Nino Godzilla: BBMKG Ungkap Penyebab Hujan di Makassar, BPBD Siapkan Antisipasi Kekeringan. Doc ist.

Mediasulsel.id, Makassar, Selasa, 19 Mei 2026 — Memasuki awal Mei, Kota Makassar masih kerap diguyur hujan lebat dan berkepanjangan meski prediksi kemarau panjang El Nino Godzilla telah dimulai. Fenomena ini membuat banyak warga bertanya-tanya mengapa hujan masih turun di tengah musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober.

Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar menyebut empat gelombang ekuator aktif menjadi penyebab masih seringnya hujan di Makassar saat fenomena El Nino Godzilla, Selasa, 19 Mei 2026.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mulai menyiagakan personel dan peralatan mengantisipasi kekeringan ekstrem yang diprediksi berlangsung hingga Oktober.

“Saat ini masih sering terjadi hujan karena dipengaruhi oleh aktifnya empat gelombang ekuator,” tulis layanan BBMKG.

Empat Gelombang Ekuator Aktif

Berdasarkan keterangan dari Pelayanan Jasa BBMKG Wilayah IV Makassar, kondisi ini dipicu oleh aktifnya empat gelombang ekuator secara bersamaan. Gelombang tersebut meliputi Depresi Tropis, Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby, dan Gelombang Kelvin.

Keempatnya mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia, termasuk Sulawesi Selatan.

banner DPRD Makassar 728x90

“Saat ini masih sering terjadi hujan karena dipengaruhi oleh aktifnya empat Gelombang ekuator, yaitu Depresi Tropis, MJO, Gelombang Rossby, dan Gelombang Kelvin secara bersamaan yang mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia,” tulis layanan BBMKG, Selasa, 19 Mei 2026.

Selain itu, suhu muka laut yang hangat di Laut Banda meningkatkan suplai uap air ke atmosfer. Angin timuran membawa massa udara lembap menuju Sulawesi Selatan, sehingga peluang hujan cukup tinggi di wilayah tersebut.

Antisipasi Kekeringan oleh BPBD

Di sisi lain, BPBD Kota Makassar telah mulai menyiagakan personel dan peralatan untuk mengantisipasi ancaman kekeringan ekstrem akibat El Nino Godzilla. Puncak kekeringan diprediksi terjadi pada Oktober 2026, namun dampak kekurangan air bersih sudah mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah utara kota.

“BMKG telah memberikan informasi bahwa puncak kekeringan akan terjadi pada Oktober. Namun, kami tidak ingin masyarakat panik. Yang terpenting adalah bagaimana kita melakukan antisipasi sejak dini,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, M Fadli, Selasa, 19 Mei 2026.

BPBD telah menyusun master plan bencana kekeringan dengan melibatkan Dinas PU, Damkar, Dinas Sosial, PDAM, dan BUMN. Tiga fokus utama adalah krisis air bersih, potensi kebakaran, dan gangguan kesehatan masyarakat. Langkah penetapan status tanggap darurat dianggap penting agar bantuan dari BNPB dan kementerian dapat segera digerakkan ke Makassar.

“Status tanggap darurat bukan kelemahan, tetapi tiket agar dana dan bantuan bisa cepat turun. Semakin cepat antisipasi dilakukan, semakin cepat pula proses pemulihan,” jelas Fadli. BPBD juga menggandeng Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk menyusun dokumen rencana kontingensi sebagai pedoman teknis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.