Kusutnya KONI Makassar 4 Pengurus Inti Mundur: “Paling Parah Pengelolaan Anggaran”

oleh -0 Dilihat
oleh
kusutnya koni makassar 4 pengurus inti mundur paling parah pengelolaan anggaran

Mediasulsel.id, Makassar, Sabtu, Mei 16, 2026 — Empat pengurus inti Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Makassar mengundurkan diri secara serentak. Pengunduran diri ini menandai retaknya organisasi induk olahraga kota tersebut. Keputusan mundur disampaikan dalam waktu berdekatan.

Empat pengurus inti KONI Makassar mengundurkan diri secara bersamaan pada Sabtu, Mei 16, 2026. Sekretaris Iqbal Djalil, Wakil Sekretaris Queensyah Azahrah Kirana Siliwangi, Ketua Bidang Pendidikan dan Penataran Andi Yasin Iskandar, serta Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Arianto Najib memilih mundur. “Tidak sejalan dengan kepemimpinan beliau,” ujar salah satu pengurus yang mundur.

Alasan Mundur dan Isu Anggaran

Sekretaris KONI Makassar, Iqbal Djalil, mengungkapkan alasan pribadi sebagai faktor utama pengunduran dirinya. “Kalau saya mengundurkan diri karena ingin fokus dengan bisnis,” kata Iqbal Djalil, Sabtu, Mei 16, 2026. Namun, ia tidak menampik adanya ketidakcocokan dengan Ketua KONI Makassar, Ismail.

Seorang pengurus lain yang ikut mundur memberikan pernyataan lebih terbuka. Ia menyebut perbedaan visi dengan ketua sebagai penyebab utama. “Tidak sejalan dengan kepemimpinan beliau. Sudah tidak cocok,” ujarnya. Ia juga menyoroti kondisi internal yang disebutnya sudah rusak, terutama dalam pengelolaan anggaran. “Paling parah pengelolaan anggaran. Makanya lebih baik mundur saja,” katanya.

Sorotan mengarah pada dana hibah sebesar Rp15 miliar yang bersumber dari APBD Perubahan 2025 Pemerintah Kota Makassar. Dugaan penggunaan anggaran yang tidak sesuai peruntukan mencuat, meskipun belum ada konfirmasi resmi. Transparansi laporan keuangan menjadi isu yang disorot publik.

Dinamika dan Dampak

Dinamika internal organisasi disebut berlarut-larut. Sejumlah masukan dari pengurus dikabarkan diabaikan. Konflik internal tak kunjung selesai. Ketua KONI Makassar, Ismail, belum memberikan tanggapan meskipun telah diupayakan konfirmasi.

Kondisi ini memukul organisasi olahraga di Kota Makassar. Stabilitas kepengurusan terganggu. Kepercayaan publik terhadap KONI Makassar ikut diuji. Ke depan, langkah konsolidasi diperlukan untuk mengembalikan kredibilitas.

banner DPRD Makassar 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.