Makassar

Jelajah Sampah di Tallo Kumpulkan 116,8 Kg Sampah, DLH Makassar Luncurkan Gerakan 10.000 Galon Tumpuk

7
WhatsAppImage2026 07 18at16.27.53

mediasulsel.id – Makassar – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar terus memperkuat gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Melalui kegiatan Jelajah Sampah di Kecamatan Tallo, sebanyak 116,8 kilogram sampah berhasil dikumpulkan sekaligus menjadi momentum peluncuran Gerakan 10.000 Galon Tumpuk.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (18/7/2026) itu dipusatkan di Kecamatan Tallo dan melibatkan berbagai unsur pemerintah serta masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala DLH Kota Makassar Dr. Helmy Budiman, Camat Tallo Andi Husni, unsur Tripika, para lurah, RT/RW, LPM, tokoh masyarakat hingga komunitas peduli lingkungan.

Kepala DLH Kota Makassar Dr. Helmy Budiman mengatakan pengelolaan sampah tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Menurutnya, dibutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dengan membiasakan memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah.

“Pengelolaan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat mulai memilah, mengurangi, dan mengolah sampah dari sumbernya agar Makassar menjadi kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Tallo Andi Husni menyampaikan apresiasi kepada DLH Makassar yang memilih wilayahnya sebagai lokasi pelaksanaan Jelajah Sampah. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi aksi bersih lingkungan, tetapi juga sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi inspirasi bagi masyarakat agar membiasakan memilah dan mengolah sampah dari rumah sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta berhasil mengumpulkan total 116,8 kilogram sampah. Rinciannya terdiri dari 26,4 kilogram sampah organik, 70,5 kilogram sampah anorganik, dan 19,9 kilogram sampah residu.

Selain aksi bersih-bersih lingkungan, DLH Makassar juga meluncurkan Gerakan 10.000 Galon Tumpuk, yakni program yang mendorong masyarakat mengolah sampah organik rumah tangga secara mandiri menggunakan metode galon tumpuk.

Sekretaris Camat Tallo, Dr. Bau Asseng, turut memberikan edukasi dan demonstrasi mengenai teknik pengolahan sampah organik melalui metode tersebut. Program ini diharapkan menjadi solusi sederhana yang mudah diterapkan masyarakat untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir.

Kegiatan juga diisi dengan berbagai kelas edukasi, mulai dari pembuatan eco enzyme, budidaya maggot, pengomposan, hingga biopori. Peserta juga dapat melihat pameran hasil urban farming dan produk olahan Bank Sampah Sektoral yang menunjukkan bahwa sampah memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan, DLH Makassar berharap Jelajah Sampah dapat menjadi gerakan berkelanjutan yang membangun budaya baru dalam mengurangi, memilah, dan mengolah sampah dari sumbernya demi mewujudkan Makassar yang semakin bersih, sehat, dan ramah lingkungan.

Exit mobile version