banner BPKAD Kota Makassar 728x90
Makassar

Kapolda Sulsel Baru Awal Chairuddin Disambut Adat, Djuhandhani Dilepas

0
×

Kapolda Sulsel Baru Awal Chairuddin Disambut Adat, Djuhandhani Dilepas

Sebarkan artikel ini
Penyambutan Kapolda Sulsel baru Irjen M Awal Chairuddin di Mapolda Sulsel Makassar pada 9 Oktober 2026
Dokumentasi rangkaian penyambutan Kapolda Sulsel baru di Mapolda Sulsel, Makassar, Jumat (9/10/2026). Foto dokumentasi kegiatan.
banner BPKAD Kota Makassar 728x90

mediasulsel.id, Makassar, Sabtu, 10/10/2026 — Kapolda Sulsel baru, Irjen Pol. Dr. M. Awal Chairuddin, S.I.K., M.H., menjalani tradisi penyambutan di Markas Polda Sulawesi Selatan, Makassar, Jumat (9/10/2026). Pergantian kepemimpinan dari Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., itu ditandai dengan prosesi adat, penyerahan Pataka Pallawa Lipu, dan parade pelepasan pejabat lama.

Rangkaian kegiatan tersebut berlangsung setelah pergantian jabatan Kapolda Sulsel dalam rotasi kepemimpinan Polri yang dilaksanakan pada awal Oktober 2026.

Kapolda Sulsel Baru Disambut Angngaru dan Tari Padduppa

Kedatangan Awal Chairuddin bersama istrinya, Dewi Awal Chairuddin, disambut Wakapolda Sulsel Brigjen Pol. Dr. Gidion Arif Setyawan, S.I.K., S.H., M.Hum., dan istrinya, Luciana Gidion.

Para pejabat utama serta personel Polda Sulsel turut hadir dalam barisan penyambutan di kompleks markas kepolisian tersebut.

Nuansa budaya Sulawesi Selatan terlihat sejak awal prosesi melalui penampilan angngaru, yakni tradisi pengucapan ikrar kesetiaan yang dikenal dalam adat Makassar.

Prosesi itu dilanjutkan dengan penghormatan dari personel kepolisian dan pertunjukan tari Padduppa sebagai simbol penghormatan kepada tamu yang datang.

Awal Chairuddin dan istrinya kemudian menyapa personel yang berbaris, sebelum memasuki rangkaian acara kedinasan yang menandai pergantian pimpinan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulsel, Kombes Pol. Didik Supranoto, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa penyambutan dan pelepasan merupakan tradisi institusi saat terjadi perubahan kepemimpinan.

“Pada hari ini, Polda Sulsel melaksanakan tradisi penyambutan Kapolda baru dan pelepasan pejabat lama sebagai bentuk penghormatan serta apresiasi atas pengabdian selama memimpin jajaran Polda Sulsel,” ujar Didik dalam keterangannya, Jumat (9/10/2026).

Menurut Didik, kegiatan itu juga menjadi sarana mempererat hubungan antarpersonel sekaligus menjaga kesiapan organisasi dalam menjalankan tugas kepolisian.

Pataka Pallawa Lipu Diserahkan, Djuhandhani Dilepas Lewat Parade

Seusai penyambutan, agenda berlanjut dengan laporan kesatuan dan serah terima Pataka Pallawa Lipu, lambang kehormatan Polda Sulsel yang menandai kesinambungan tanggung jawab pimpinan.

Penyerahan pataka dari Djuhandhani kepada Awal Chairuddin berlangsung di Lapangan Upacara Mapolda Sulsel, sebagaimana diterangkan dalam pemberitaan resmi Polrestabes Makassar.

Simbol tersebut merepresentasikan identitas satuan serta amanah untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Sulawesi Selatan.

Pergantian pimpinan juga diikuti kegiatan organisasi pendamping kepolisian melalui Rapat Paripurna Bhayangkari.

Pada kesempatan itu, jabatan Ibu Asuh Polisi Wanita (Polwan) Polda Sulsel diserahterimakan dari Upi Djuhandhani kepada Dewi Awal Chairuddin.

Peralihan peran tersebut berkaitan dengan dukungan dan pendampingan kepada anggota Polwan di lingkungan Polda Sulsel.

Acara kemudian ditutup dengan farewell parade atau parade penghormatan bagi Djuhandhani dan keluarganya setelah mengakhiri masa kepemimpinan di Polda Sulsel.

Awal Chairuddin memimpin prosesi pelepasan itu sebagai bentuk penghargaan kepada pendahulunya atas pengabdian selama bertugas di Sulawesi Selatan.

Didik menyampaikan bahwa seluruh jajaran diharapkan tetap menjaga kekompakan dan meneruskan tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat meskipun terjadi pergantian pimpinan.

Dengan kepemimpinan baru, Polda Sulsel diharapkan melanjutkan program kerja yang berjalan, memperkuat profesionalisme personel, dan meningkatkan mutu pelayanan publik.

Kerja sama dengan pemerintah daerah serta masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di Sulawesi Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *