KLH Apresiasi Makassar Aktifkan Bank Sampah dan TPS 3R untuk Tekan Sampah ke TPA Antang

oleh -13 Dilihat
oleh
Screenshot2026 01 2210500
Kepala Pusdal LH SUMA-KLH Dr. Azri Rasul (kanan) saat audiensi dengan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Makassar, Kamis (22/1/2026). KLH mengapresiasi pengaktifan Bank Sampah dan TPS 3R untuk menekan volume sampah yang masuk ke TPA Antang

mediasulsel.id – MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar mendapat dorongan sekaligus apresiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) terkait langkah pembenahan pengelolaan sampah secara berkelanjutan, terutama untuk menekan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang.

Apresiasi itu disampaikan Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku (Pusdal LH SUMA-KLH) Dr. Azri Rasul saat audiensi dengan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di kediaman wali kota, Kamis (22/1/2026).

banner DPRD Makassar 728x90

Menurut Azri, pertemuan membahas strategi memperkuat kebersihan kota hingga pembenahan pengelolaan sampah di TPA Antang agar dilakukan secara konsisten. Salah satu titik tekan utamanya ialah mengurangi beban TPA melalui pengelolaan dari rumah tangga sebagai sumber sampah.

“Kami membahas banyak hal soal kebersihan di Makassar. Tujuannya untuk mengurangi beban sampah dimulai dari rumah sebelum ke TPA,” ujar Azri.

Azri menilai, dalam beberapa waktu terakhir mulai terlihat perkembangan pembenahan sektor kebersihan. Pembenahan tidak hanya difokuskan di hilir (TPA), tetapi juga dari hulu melalui penguatan pengelolaan di tingkat masyarakat.

Ia menyoroti upaya pengaktifan kembali Bank Sampah Unit (BSU) serta penguatan TPS 3R (reduce, reuse, recycle) sebagai instrumen penting untuk mengurangi jumlah sampah yang diangkut ke TPA. Selain itu, Azri juga menekankan perlunya fasilitas di “bagian tengah” seperti Material Recovery Facility (MRF), TPST, serta bank sampah induk/pusat agar sampah bisa diolah sebanyak mungkin sebelum akhirnya berakhir di TPA.

“Dengan begitu, sampah yang masuk ke TPA nantinya hanya berupa residu, yaitu sampah yang memang sudah tidak bisa diolah lagi,” kata dia.

Terkait insinerator, Azri menyebut pengoperasiannya masih membutuhkan kajian teknis dan kelengkapan dokumen, termasuk pemenuhan persyaratan pembakaran sesuai ketentuan.

Di kesempatan yang sama, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus melakukan pembenahan di TPA Antang, khususnya untuk mengurangi lendir dan menjaga kebersihan area secara berkelanjutan.

Munafri menegaskan pembenahan TPA tidak boleh bersifat sporadis, melainkan harus disertai monitoring rutin agar kondisi kebersihan tetap terjaga serta tidak memunculkan persoalan lingkungan baru.

“Saya minta DLH terus melakukan pembenahan di TPA, termasuk upaya mengurangi lendir dan memastikan kebersihan terus terjaga. Monitoring harus dilakukan secara konsisten,” tegas Munafri.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir agar beban TPA berkurang bertahap dan tidak berdampak pada kesehatan masyarakat maupun lingkungan sekitar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.