mediasulsel.id – MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan masyarakat rendah karbon melalui kolaborasi internasional bertajuk Workshop City-to-City Collaboration Project toward Decarbonized Society yang digelar, Jumat (13/2/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup Jepang, Rektor Universitas Hasanuddin, serta para akademisi dari Universitas Hasanuddin dan Okayama University.

Program tersebut merupakan bagian dari kerja sama strategis antara Kota Makassar dan Kota Maniwa, Jepang, yang telah berlangsung sejak 2024 dengan dukungan Ministry of the Environment Japan (MOEJ). Kolaborasi ini difokuskan pada upaya mengadaptasi sistem daur ulang limbah organik yang lebih berkelanjutan guna menekan emisi karbon sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.
Dalam workshop kali ini, sejumlah agenda penting dibahas, mulai dari laporan dan evaluasi aktivitas proyek sepanjang 2025 hingga diskusi mengenai arah pengembangan kolaborasi di masa mendatang. Kegiatan juga dirangkaikan dengan penandatanganan Letter of Intent (LOI) dan Minutes of Meeting (MOM) sebagai bentuk penguatan komitmen kedua belah pihak.
Pemerintah Kota Makassar menilai kerja sama lintas negara ini menjadi langkah nyata dalam menghadirkan inovasi pengelolaan lingkungan berbasis pengetahuan dan teknologi. Selain itu, sinergi antara pemerintah, akademisi, dan mitra internasional diharapkan mampu mempercepat transformasi Makassar menuju kota yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Melalui program ini, Makassar tidak hanya memperkuat jejaring global, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai salah satu kota di Indonesia yang aktif mendorong pembangunan rendah karbon demi masa depan lingkungan yang lebih baik.










