mediasulsel.id – MEDAN — Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memastikan pelayanan pertanahan bagi masyarakat tetap berjalan meski bencana hidrometeorologi melanda wilayah Aceh, termasuk Kabupaten Aceh Tamiang.
Kepala Biro Umum dan Layanan Pengadaan ATR/BPN, Awaludin, menegaskan pihaknya terus mengupayakan percepatan layanan, khususnya penerbitan sertipikat pengganti bagi warga terdampak.

“Kami mempercepat proses layanan sertipikat pengganti pascabencana. Layanan tetap berjalan setiap hari, dan di Aceh Tamiang sudah mulai dilaksanakan dengan membuka posko layanan,” ujar Awaludin saat kegiatan penyerahan Taruna/i KKNP-PTLP STPN di Aula Adhiguna, Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatera Utara, Medan, Selasa (10/2/2026).
Ia menjelaskan, percepatan tersebut didukung melalui Surat Edaran Sekretaris Jenderal ATR/BPN sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam menjamin kepastian hukum atas tanah di tengah proses pemulihan pascabencana.
Menurut Awaludin, kondisi Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Tamiang saat ini belum sepenuhnya memenuhi standar operasional. Karena itu, pelayanan sementara dialihkan ke gedung sewa agar masyarakat tetap dapat mengakses layanan tanpa hambatan.
“Apa pun kondisinya, kami tidak bisa menolak layanan dari masyarakat. Kami berpacu dengan waktu untuk mempercepat restorasi arsip sehingga pemohon dapat segera memperoleh dokumen yang dibutuhkan,” tegasnya.
Komitmen serupa disampaikan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Tamiang, Evan Rahmaini. Ia memastikan pelayanan tetap diberikan secara optimal meski dilakukan dari lokasi sementara.
“Kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan secara maksimal. Layanan sebenarnya telah dibuka sejak Januari, dan kami juga menyiapkan kanal pengaduan bagi masyarakat,” kata Evan.
Ia menambahkan, hingga kini pihaknya telah melayani penerbitan sejumlah sertipikat pengganti, baik untuk Sertipikat Hak Milik (SHM) maupun sertipikat wakaf. Pemerintah berharap langkah ini dapat membantu masyarakat mempertahankan kepastian hukum atas aset tanah mereka di tengah masa pemulihan.









