mediasulsel.id – MAKASSAR – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama jajaran Perumda Terminal Makassar Metro membahas langkah strategis optimalisasi pengelolaan tiga terminal di Balai Kota Makassar, Kamis (22/1/2026). Pembahasan itu menjadi bagian dari upaya Pemkot menghidupkan kembali terminal kota melalui penguatan layanan transportasi, penataan kawasan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Direktur Utama Perumda Terminal Makassar Metro Elber Maqbul Amin menjelaskan, tiga terminal yang menjadi fokus penataan dan pengembangan meliputi Terminal Regional Daya, Terminal Malengkeri, dan Terminal Toddopuli.
Terminal Daya: PO diaktifkan bertahap, UMKM ditata
Di Terminal Regional Daya, Perumda Terminal mulai mengaktifkan kembali armada perusahaan otobus (PO) secara bertahap. Selain itu, kawasan terminal juga akan ditata untuk mendukung aktivitas UMKM agar lebih produktif dan tertib.
“Bagaimana PO itu kita masukkan kembali. Sekarang ini kita lakukan untuk kedatangan, insyaallah ke depan keberangkatannya. Dan bagaimana terminal itu bisa kita aktifkan kembali terutama UMKM-nya,” ujar Elber.
Terminal Malengkeri: paving atasi genangan, Koperasi Merah Putih ditarget Februari
Untuk Terminal Malengkeri, Elber menyebut ada tiga program utama yang sedang dan akan dijalankan. Pertama, pembenahan area Pasar Bongkar Muat dari sisi infrastruktur, termasuk pemasangan paving block untuk mengatasi genangan air saat hujan.
Kedua, pembangunan Koperasi Merah Putih yang ditargetkan rampung pada Februari dan diharapkan mampu menggerakkan perekonomian di kawasan terminal.
Ketiga, rencana menghadirkan moda transportasi tambahan dengan membangun pool angkutan, guna meningkatkan mobilitas serta menghidupkan aktivitas di Terminal Malengkeri.
Terminal Toddopuli: ditata menyeluruh, dikaji pengembangan RTH
Sementara untuk Terminal Toddopuli, Munafri secara khusus mengarahkan penataan kawasan secara menyeluruh untuk menghilangkan kesan kumuh. Salah satu rencana yang tengah dikaji adalah pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH), sehingga terminal tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi, tetapi juga menjadi ruang publik yang lebih nyaman.
Munafri menekankan pentingnya pengelolaan terminal yang tertib dan terintegrasi agar memberi manfaat maksimal bagi masyarakat, sekaligus mendukung wajah Kota Makassar yang lebih tertata.
Selain itu, ia meminta seluruh rencana pengelolaan terminal disusun secara terukur, disertai proyeksi perencanaan yang matang, dan dilakukan melalui koordinasi lintas perangkat daerah.
“Semua proses kita lakukan dengan dasar hukum yang kuat dan melalui koordinasi lintas perangkat daerah,” kata Munafri.
Munafri berharap langkah ini membuat seluruh terminal berfungsi lebih optimal, mendukung sistem transportasi perkotaan, serta memberi kontribusi nyata bagi perekonomian dan kualitas lingkungan Kota Makassar.













